Kayu Sungkai, Karakteristik, Habitat, Keunggulan dan Nilai Ekonomisnya

Kamis, 23 Desember 2021 14:01
Kayu Sungkai, Karakteristik, Habitat, Keunggulan dan Nilai Ekonomisnya
Daun kayu Sungkai.

BERTUAHPOS.COM Sungkai, salah satu kekayaan hutan yang tak ternilai. Sungkai adalah sejenis pohon kayu yang kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bangunan karena lebih kuat dan tahan lama. 

Pohon dengan nama latin Peronema Canescens ini juga disebut sebagai ‘jati sabrang’ atau ‘ki sabrang’, kurus dan Sungkai yang termasuk dalam famili Verbenaceae.

Sebaran dan Habitat

Pohon ini begitu eksis di Pulau Sumatera, dan tumbuh subur hampir di seluruh wilayah Kalimantan. Sungkai cocok tumbuh di daerah tropis bercurah hujan A hingga C, baik di tanah kering maupun sedikit basah pada ketinggian hingga 600 mdpl. Kandungan tanah yang kaya akan unsur hara adalah media yang tepat bagi pertumbuhan pohon sungkai. 

Baca: Laga Hidup Mati Lawan Taiwan, Shin Tae-yong: Pemain Siap Tempur

Ciri-ciri Morfologi

  • Tinggi bisa mencapai 20 – 30 m dengan cabang mencapai 10 m. 
  • Diameter batang sekitar 60 cm dengan batang lurus dan berlekuk dangkal, tidak berbanir, serta ranting dipenuhi bulu-bulu halus. 
  • Pohon ini juga merupakan pohon yang selalau berbuah sepanjang tahun.
  • Kulit luar berwarna kelabu atau sawo muda, beralur dangkal dan mengelupas kecil dan tipis. 
  • Sungkai menghasilkan kayu teras yang berwarna kuning muda atau krem. 
  • Sungkai memiliki ciri-ciri bertekstur kasar, kesat, tidak merata dengan arah serat lurus dan terkadang bergelombang.

Sama seperti jenis-jenis kayu dari pohon keras lainnya, kayu sungkai seringkali dimanfaatkan untuk rangka atap bangunan karena bersifat ringan dan kuat. Selain itu, penggunaan kayu sungkai juga dipakai pada konstruksi tiang dan jembatan.

Kayu ini sering dijadikan alternatif pengganti jati karena menghasilkan kayu yang baik, yakni kelas kuat II – III dan kelas awet II. Oleh karena itu, prospek budidaya tanaman sungkai dapat dijadikan ladang bisnis yang cerah dan menguntungkan karena permintaan kayu ini tergolong cukup banyak.

Keunggulan Kayu Sungkai

Kayu ini memiliki serat yang cukup bagus dan karakter kayunya awet, sehingga cocok digunakan untuk pembuatan furniture dengan konsep minimalis yang menonjolkan serat kayu. Kekuatan kayu ini juga disukai oleh tukang kayu karena pengerjaannya relatif mudah.

Kombinasi antara serat, kekuatan kayu dan harga yang lebih murah dibandingkan jenis kayu lainnya, membuat sungkai menjadi alternatif pilihan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kayu.

Meski dapat digunakan untuk produk furniture dan bahan konstruksi, namun kayu jenis ini memiliki kelemahan yakni tak cocok untuk penggunaan luar ruangan, karena tidak tahan dengan terpaan matahari dan hujan. Selain itu, kayu sungkai juga rentan terkena serangan hama rayap.

Nilai Ekonomis Kayu Sungkai

Dalam perdagangan kayu, jenis kayu sungkai memiliki harga yang stabil dan tidak seperti kayu ulin atau merbau yang cenderung melambung tinggi. Kayu ini per log dihargai sekitar 4 juta hingga 5 juta per meter kubik.

Sementara harga kayu yang sudah diolah berada pada kisaran Rp6 juta Rp8 juta, tergantung pada kualitas kayunya.

Mengingat kebutuhan yang ada terus menerus, tentulah memberikan peluang usaha budidaya pohon sungkai guna mendapatkan hasil berupa kayu. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 27 Januari 2022 22:09

Kasus Omicron Muncul di Sumbar, Anggota Dewan Minta Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Awasi Perbatasan

15 kasus Covid-19 Omicron terdeteksi di Provinsi Sumatera Barat, Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru diminta segera ambil tindakan

Kamis, 27 Januari 2022 21:10

Debut Timnas Indonesia vs TImor Leste, Ronaldo Kwateh Trrending Topik

Timnas Indonesia vs Timor Leste di FIFA Matchday, Kamis (27/1) malam WIB. Fakta dan rekor menarik terjadi yang dibuat Ronaldo Kwateh

Kamis, 27 Januari 2022 18:02

Covid Omicron Muncul di Sumbar, PAEI Riau Minta Warga Tak Panik

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan kemunculan 15 kasus Covid-19 varian Omicron di wilayahnya, per 27 Januari 2022.

Kamis, 27 Januari 2022 17:15

Sore Ini Muncul 38 Hotspot di Sumatera, BMKG: Satu Titik di Bengkalis

Puluhan hotspot atau titik panas muncul di Pulau Sumatera, Kamis sore 27 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada satu titik muncul di Provinsi Riau

Kamis, 27 Januari 2022 17:07

Warga Kampung Miliarder di Tuban yang Kaya Mendadak Karena Jual Tanah ke Pertamina, Kini Nganggur dan Susah Cari Makan

Masih ingat desa miliarder di Tuban yang kaya mendadak karena tanahnya dibeli oleh Pertamina? Kini terbaru banyak warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sebab jadi pengangguran

Kamis, 27 Januari 2022 16:30

Ditanya Deddy Corbuzier Soal KUA Blacklist Namanya, Ini Kata Vicky Prasetyo

Vicky Prasetyo bercerai dengan Kalina Oktarani. Terbaru Vicky diundang ke channel youtube Deddy Corbuzier

Kamis, 27 Januari 2022 16:10

Covid Omicron Muncul di Sumbar, Syamsuar Belum Ada Rencana Pengetatan Wilayah Perbatasan

Riau sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan pengetatan dan penyekatan wilayah perbatasan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:42

Anggota DPRD Riau Soroti Kasus BB Ilegal Loging di Kuansing yang Tiba-tiba Hilang

Hilangnya BB berupa alat berat dalam kasus ilegal loging di Kuansing sangat mencurigakan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:35

Ini yang Tak Bisa Dilupakan Andre Taulany Dengan Tukul Arwana

Andre Taulany menjenguk Tukul Arwana yang sedang sakit. Andre menyampaikan kondisi Tukul sudah semakin membaik.

Kamis, 27 Januari 2022 15:05

Moderna Inc Laporkan Produksi Vaksin Khusus Omicron Sudah Separuh Jalan

Penelitian yang mereka lakukan untuk vaksin khusus melawan Covid Omicron sudah setengah jalan.