IUCN Sebut Komodo Terancam Punah

Senin, 06 September 2021 11:40
IUCN Sebut Komodo Terancam Punah
Komodo (ilustrasi/kompas)

BERTUAHPOS.COM — Naiknya air permukaan laut akibat penasan global diyakini mengancam keberlangsungan hidup Komodo, dengan kata lain Komodo terancam punah. Hal ini berdasarkan laporan Menurut Union for Conservation of Nature (IUCN), seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Organisasi ini telah mengumumkan bahwa spesies kadal terbesar di dunia terancam akibat naiknya permukaan air laut, sehingga akan membuat habitat asli komodo menyusut sehingga berdampak terhadap kepunahan.

IUCN telah mengumumkan laporan terkait status spesies yang terancam punah pada kongres konservasi dunia di Prancis pekan ini, di mana dalam laporan mereka, kenaikan permukaan air akan berdampak pada 30% habitat kadal dalam 45 tahun ke depan.

IUCN bahkan memindahkan komodo dari daftar spesies rentan ke daftar spesies yang terancam punah di dunia. Perubahan status tersebut pertama kali terjadi dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Baca: Positif Covid-19, Ini Pesan Wiku Adisasmito

Dalam makalah yang diuji secara bersama-sama pada tahun lalu menyimpulkan pemanasan global akan mempengaruhi kelangsungan hidup komodo. Menurut laporan tersebut, tindakan konservasi harus secepatnya diambil buat menghindari risiko kepunahan komodo.

Hewan endemik Indonesia yang memiliki habitat di Pulau Komodo itu hidup di hutan atau sabana terbuka. Mereka tidak mampu hidup di daratan yang lebih tinggi di atas 700 meter di atas permukaan laut.

Hal itu menyebabkan komodo sangat mungkin terancam punah jika permukaan air laut naik akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Independent melaporkan, meski subpopulasi di Taman Nasional Komodo saat ini stabil dan terlindungi dengan baik, habitat mereka di pulau Flores diyakini telah menyusut lebih dari 40 persen antara 1970-an sampai 2000-an.

Selain itu, spesies yang diperkirakan tersisa 5.700 ekor saat ini juga terancam karena aktivitas gunung berapi, gempa bumi, perburuan, dan penyusutan jumlah hewan yang menjadi sumber makanan mereka.

Direktur Konservasi di Zoological Society of London (ZSL), Dr Andrew Terry, mengatakan kepunahan Komodo akibat perubahan iklim ini merupakan hal yang menakutkan.

“Gagasan bahwa hewan prasejarah ini telah bergerak satu langkah lebih dekat ke kepunahan sebagian karena perubahan iklim sangat menakutkan, dan seruan lebih lanjut agar alam ditempatkan di jantung semua pengambilan keputusan pada malam COP26 di Glasgow,” kata Terry pada pembicaraan iklim PBB di Glasgow, seperti dikutip dari France24.

Komodo dapat tumbuh hingga ukuran tiga meter, dengan rentang usia selama sekitar 30 hingga 50 tahun. Mereka bisa berlari hingga 19 kilometer per jam.

Komodo jantan rata-rata dapat memiliki berat hingga 90 kilogram, sedangkan betina akan memiliki berat hingga 70 kilogram. Komodo terberat yang pernah tercatat mencapai lebih dari 150 kilogram.

Hewan ini memakan kelelawar buah, babi, rusa, kerbau secara utuh, termasuk kuku dan tulang. Air liurnya yang berbisa mampu membuat tekanan darah mangsanya tiba-tiba turun, dan juga mencegah darahnya membeku. (bpc2)