Heboh ‘Allahmu Lemah’, Ini Maksud Gus Dur Soal ‘Allah Tak Perlu Dibela’

Jumat, 07 Januari 2022 10:07
Heboh ‘Allahmu Lemah’, Ini Maksud Gus Dur Soal ‘Allah Tak Perlu Dibela’
KH Abdurrahman Wahid

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berusaha meluruskan maksud dari pernyataan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tentang pernyataannya ‘Allah Tak Perlu Dibela.’

Mahfud MD angkat bicara menyusul hebihnya pernyataan eks politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean soal ‘Allahmu lemah, sehingga perlu dibela.”

Mahfud MD kemudian menjelaskan maksud eks Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tentang diksi tersebut.

Dia menekankan maksud Gus Dur tersebut karena Allah maha kuat sehingga tidak perlu dibela, apalagi dengan cara kekerasan atau brutal.

Baca: Soal Penyekatan Jalan Saat PPKM, Jubir Satgas Covid-19 Riau: Memang Sengaja Dihambat!

“Allah tdk lemah. Kalau Gus Dur bilang “Allah tak perlu dibela” justeru mnrt Gus Dur krn Allah maha kuat shg tak perlu dibela dgn kekerasan dan brutal,” kata Mahfud MD di akun Twitternya @mohmahfudmd, Kamis, 6 Januari 2022.

Dia juga menjelaskan pernyataan dari Gus Dur soal Allah tak perlu dibela itu banyak dalilnya.

“Bnyk dalilnya, misalnya, Qur’an Surat Alhajj ayat 74: Innallah qowiyyun aziiz, “Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa”,” katanya lagi.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean membuat kicauan yang cukup meresahkan publik. Pasalnya, di dalam cuitan di Twitter, ia menyebut bahwa Allahmu ternyata lemah (sehingga) harus dibela.

Ferdinand Hutahaean kemudian dilaporkan ke polisi oleh seseorang dengan inisial HP dengan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan keonaran.

Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan melaporkan, pemeriksaan terhadap saksi langsung dilakukan beberapa saat setelah laporan diterima.

Bareskrim Polri kini menaikkan kasus penanganan perkara ujaran kebencian bernada SARA yang dilakukan Ferdinand Hutahean dari penyelidikan ke penyidikan.

Polri menemukan adanya unsur pidana dalam kasus Ferdinand Hutahean tersebut. “Hasil gelar perkara memutuskan menaikkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 19 Januari 2022 20:39

Teller Bank BRI Leluasa Bobol Rekening Nasabah, Pekan Depan Diadili

Teller Bank BRI ini sebelumnya leluasa membobol rekening 8 nasabah dengan nilai Rp1,2 miliar.

Rabu, 19 Januari 2022 20:33

Terjadi Panic Buying Beli Minyak Goreng, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Sidak Ritel Guna Cegah Penimbunan

Bahkan viral di media sosial emak-emak rela antre untuk membeli minyak goreng satu harga yang mulai diterapkan hari ini.

Rabu, 19 Januari 2022 17:06

Pemprov Riau Diminta Batalkan Penyertaan Modal Ke Jamkrida dan BRK

Aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kantor Gubernur Riau pada, Rabu, 19 Januari 2022 di Pekanbaru. 

Rabu, 19 Januari 2022 17:03

Akhir Pekan Ini Mendagri Tito Karnavian ke Riau, Salah Satu Agendanya Tinjau Vaksinasi Massal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau.

Rabu, 19 Januari 2022 16:09

Riau Sudah Berangkatkan 221 Jemaah Umrah dalam Tiga Kali Keberangkatan

Keberangkatan dilakukan pada tanggal 8, 10 dan 12 Januari 2022.

Rabu, 19 Januari 2022 14:54

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Sebagai Orang Sunda, Saya Terusik dengan Ucapan Arteria Dahlan

Ridwan Kamil mengaku sangat risih dengan pernyataan yang dilontarkan oleh politisi PDIP Artieria Dahlan.

Rabu, 19 Januari 2022 14:38

Syamsuar Sebut Rata-rata 20 Perkara Hukum Dihadapi dalam Setahun

Jumlah perkara hukum yang relatif banyak, SDM kurang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:25

Rocky Gerung Sebut IKN Nusantara Berpotensi Jadi ‘Kota Hantu’

Rocky mengutip kegelisahaan Sri Mulyani bahwa anggaran untuk membangun IKN Nusantara sebagian besar dari utang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:11

Edy Natar Khawatirnya Potensi Kepanikan Sosial, Daerah Jangan Pernah Sepelekan Covid Omicron

“Kalau kepanikan sosial ini terjadi nanti, akan mempengaruhi psikologis masyarakat kita.”

Rabu, 19 Januari 2022 12:52

Antisipasi Penyebaran Covid Omicron, Syamsuar Sebut PNS Tak Diizinkan ke Luar Daerah

Langkah ini dalam rangka upaya Pemprov Riau mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.