Hati-hati, Kesalahan dan Kekeliruan dalam Berkurban yang Dapat Mengurangi Nilai Ibadahnya

Minggu, 18 Juli 2021 11:54
Hati-hati, Kesalahan dan Kekeliruan dalam Berkurban yang Dapat Mengurangi Nilai Ibadahnya

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ada beberapa kesalahan dan kekeliruan dalam masyarakat Indonesia saat berkurban.

Seperti yang disampaikan oleh komisioner Fatwa MUI Provinsi Riau, Hajar Hassan, inilah beberapa kesalahan dan kekeliruanĀ  masyarakat yang perlu diperhatikan dalam berkurban.

1. Hewan Kurban Adalah Kendaraan di Akhirat

Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hewan yang kurban akan menjadi kendaraan di akhirat. Ini adalah pemahaman yang kurang tepat. Berkurban akan mendapatkan kebajikan dan pahala yang luar biasa di sisi Allah SWT, bahkan dihitung dari setiap helai rambutnya. Karena itu, tidaklah tepat anggapan bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat nanti.

Baca: Seberapa Besar Pengaruh Annas Maamun Terhadap Golkar & Nasdem?

BACA JUGA:  Gubri Sebut Petugas Kurban Dilarang Tak Pakai Masker

2. Cacat Daun Telinga

Hewan-hewan dari peternakan biasanya akan diberi tanda di daun telinga untuk perawatan dan pemberian tanda. Tapi, dalam syarat sahnya, hewan kurban harus sehat dan lengkap. Ketika daun telinga hewan tersebut berlubang atau robek, hewan tersebut telah masuk dalam kategori cacat, dan tidak memenuhi syarat menjadi hewan kurban. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mencari hewan kurban yang benar-benar sehat dan lengkap.

3. Menjual Kulit dan Daging Tanpa Diketahui Orang yang Berkurban

Seperti menjadi tradisi, panitia akan menjual kulit dan bagian lain hewan kurban dengan alasan pengolahan yang sulit dan sebagainya. Namun, penjualan kulit dan daging ini harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berkurban, karena semua bagian dari hewan tersebut adalah haknya. Jika tidak, maka penjualan tersebut tidak sah, dan uang hasil penjualan tersebut akan menjadi haram. Hal ini harus lebih diperhatikan oleh panitia kurban.

BACA JUGA:  Hewan Kurban: Kambing atau Sapi, Mana yang Utama?

4. Tukang Potong Dapat Kepala

Sekali lagi, ini adalah pemahaman kurang tepat yang terjadi di masyarakat. Setiap bagian dari hewan kurban tersebut adalah hak orang yang berkurban, jadi tidak ada hukumnya tukang potong dapat kepala. Hal ini hanya bisa dibenarkan jika orang yang berkurban telah merelakan kepala tersebut untuk tukang potong.

5. Daging Kurban Hanya Dibagikan untuk orang yang Mendapatkan Kupon

Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa orang yang mendapatkan daging kurban hanyalah orang-orang tidak mampu yang telah didata oleh panitia. Ini adalah suatu kekeliruan. Setiap orang, tidak peduli kaya atau miskin, bahkan non muslim sekalipun, berhak untuk mendapatkan daging kurban. Namun, yang didahulukan memang orang-orang yang tidak mampu tersebut. (bpc4)

Berita Terkini

Jumat, 30 Juli 2021 18:13

Nelayan di Rohil Dapat Bantuan 30 Unit Rumah Panggung

Nelayan, Rohil

Jumat, 30 Juli 2021 17:05

Gubri Sebut Rumah Oksigen Bisa Tampung 200 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Riau

Jumat, 30 Juli 2021 16:03

Ha? Ada Tsunami di Indonesia Hari Ini?

Tsunami Indonesia

Jumat, 30 Juli 2021 15:30

Jokowi: Jangankan Lockdown, Semi Lockdown Saja Sudah Menjerit

Indonesia, Lockdown

Jumat, 30 Juli 2021 15:02

PPKM Level 4 di Pekanbaru Malah Bikin Warga Berkerumun di Tengah Jalan

PPKM Level 4 Pekanbaru

Jumat, 30 Juli 2021 14:15

Video: Pemprov Riau Diminta Segera Serahkan Draf APBD-P 2021

APBD-P Riau 2021

Jumat, 30 Juli 2021 13:30

Daerah Harusnya Bisa Gesa Realisasi Perlinsos dengan PMK Ini

PMK Perlinsos

Jumat, 30 Juli 2021 13:14

Hitung-Hitung Amalan Selama di Dunia

Islampedia

Jumat, 30 Juli 2021 12:36

Wagubri: Jaminan Kesehatan Adalah Hak Pekerja

Jaminan Kesehatan Pekerja