• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ada-ada Aja, Keseringan Cabut Bulu Hidung Bisa Kena Penyakit Asma?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
9 Januari 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Untuk orang dewasa, bulu hidung akan semakin panjang jika tidak sering digunting. Namun ada sebagian orang mengatasi panjang bulu hidung dengan cara mencabut. Namun, keseringan mencabut bulu hidung bisa memicu datangnya penyakit asma pada tubuh. Apakah hal demikian benar adanya?

Sebagaimana kita ketahui, bahwa bulu hidung memiliki fungsi penting dalam sistem pernafasan tubuh, sebagai pentaring oksigen yang kita hirup agar hidung terlindung dari debu, alergen, dan partikel kecil, sehingga tidak masuk ke paru-paru.

Inilah alasan mengapa keseringan mencabut bulu-bulu akan membuat hidung kita lebih sensitif terhadap kotoran yang mungkin akan terhirup. Jika tidak dilakukan dengan benar, mencabut bulu hidung juga dapat membuat hidung kita iritasi, infeksi, bahkan bulu bisa tumbuh ke dalam.

Rambut tumbuh ke dalam adalah komplikasi umum dari hair removal, terjadi ketika rambut yang dicabut tumbuh kembali ke kulit Anda dan tidak dapat keluar dari folikelnya. Rambut yang tumbuh ke dalam paling sering terjadi di area rambut yang sering dicabut, seperti wajah, ketiak, dan area kemaluan.

Bahkan bagi sebagian orang, mencabut bulu hidup dapat meningkatkan risiko terkena asma. Sebuah studi 2011 menemukan hubungan antara kepadatan rambut hidung dan perkembangan asma pada orang dengan alergi.

Ilmuwan menemukan bahwa peserta dengan jumlah bulu hidung paling sedikit memiliki risiko lebih tinggi terkena asma dibandingkan peserta dengan bulu hidung lebih banyak. Bulu hidung bertindak sebagai filter yang mencegah debu, serbuk sari, dan alergen memasuki paru-paru kita.

Apabila partikel-partikel ini terlanjur masuk ke hidung, mereka terjebak pada lapisan tipis lendir. Akhirnya, partikel-partikel itu kita keluarkan lewat bersin, atau lebih parahnya, terhirup hingga ke paru-paru. Hidung kita juga dipenuhi dengan rambut mikroskopis yang disebut silia. Silia ini membantu mendorong lendir dan kotoran lainnya menjauh dari paru-paru kita. (bpc2)

Tags: bulu hidungciri-ciri penyakit asmamencabut bulu hidungpenyakit asma
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
Pemulihan ekonomi nasional, realisasi pajk riau 2022, kredit BPD, pemeriksaan penggunaan anggaran

Aneh, Penangan Covid-19 Prioritas Nasioal, Pemko Pekanbaru Malah Nunggak Pembayaran Hingga Rp5,6 Miliar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.