Plt Gubri Ingatkan Jefri Nor Tak Campur Adukkan Urusan Rakyat dengan Urusan Politik

Kamis, 25 Februari 2016 09:04

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada Kepala Daerah Kabupaten Kampar, Jefri Nor agar tidak mencampur adukkan kepentingan politik dengan urusan rakyat. “Untuk urusan rakyat, saya meminta yang di Kampar harus bisa memilah. Ini urusan kebutuhan rakyat,” katanya.

Pernyataan yang keluar dari bibir Andi Rachman itu, atas dasar kisruh politik antara Bupati Kabupaten Kampar Jefri Nor dengan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kampar.

Dia berharap kepada pemangku kekuasaan di daerah untuk bersikap dewasa dalam menghadapi persoaln politik yang sedang terjadi. “Tak perlulah harus saya panggil pula. Merekakan pejabat. Tentunya mereka sudah tahu. Sudah mereka ucapkan sendiri janji-janjinya sebagai pejabat itu,” ujarnya.

Masyarakat daerah setempat mengeluhkan bahwa pemerintah Kabupaten Kampar tidak melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat pasca dihantam musibah banjir yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Baca: Kasatlantas Kampar, Siap Tekan Angka Pelanggaran Lalulintas di Tahun 2016

Kata Andi Rachman Pemerintah Provinsi Riau telah menyalurkan sejumlah bantuan itu kepada Pemerintah Kabupaten Kampar. Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Riau sudah menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kampar. Baik bantuan yang dikucurkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 250 juta, maupun bantuan lain yang sudah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Riau dari Dinas Sosial.

“Soal pendistribusian, itu tugas Kabupaten Kampar. Tanyalah ke Kabupaten Kampar mengapa mereka tidak mendistribusikan bantuan itu. Apa kendalanya. Kalau masih memerlukan bantuan dari Provinsi, BPBD siap bantu,” sambungnya.

Sementara untuk inftastruktur, Pemerintah Provinsi Riau memberi ruang seluas-luasnya kepada Kabuapetn Kampar, Andi Rachman menyatakan bahwa Provinsi Riau siap membantu. Misalnya, soal bantuan itu tidak bisa disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Tentu Pemda setempat harus mengemukakan penyebabya.

“Kalau cerita soal infrastruktur, kami bangun terus. Kebetulan saja mungkin daerah itu memang belum dianggarkan. Dilihat kembali apa faktornya, ada banyak masalah yang menjadi pertimbangan,” kata Andi Rachman.

Sejauh ini, menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan desakan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, agar penyaluran bantuan tersebut bisa diselesaikan cepat.

Penulis: Melba