Pacu Jalur Iven Nasional Tahun Ini Ditiadakan, Warga Kuansing Pasrah

Rabu, 03 Juni 2020 10:51
Pacu Jalur Iven Nasional Tahun Ini Ditiadakan, Warga Kuansing Pasrah

BERTUAHPOS.COM, TELUK KUANTAN – Warga Kuansing, merasa pasrah jika memang pacu jalur iven nasional ditiadakan pada tahun 2020 ini.

Seperti yang disampaikan Asri, anak pacu jalur Pendekar Kuning Pematang Intan dari Desa Pebaun Hulu. Menurut Asri, jika memang pemerintah mengambil kebijakan tersebut, maka mungkin itu yang terbaik.

Advertisement

“Nyo corona ko lah menyebar lo ke seluruh dunia. Kalau konai sagalo masyarakat Kuansing, gawat lo kan (corona ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Kalau semua masyrakat Kuansing tertular, bisa gawat),” kata Asri kepada bertuahpos.com, Rabu 3 Juni 2020.

Hal senada juga diungkapkan warga lain, Otu, yang beralamat di Desa Pebaun Hulu. Menurut Otu, Kuansing selama ini aman dari corona, namun mungkin akan banyak tertular kalau pacu jalur diadakan.

BACA JUGA:  Korupsi, Bendahara Dinas Cipta Karya Kuansing Dituntut 1 Tahun 4 Bulan

Baca: Cegah Illegal Fishing, Polair Rohil Bentuk FKPM Perairan Panipahan

“Sosak-sosak di tribun penonton, konai sughang konai sagalo a (kalau penonton berdesak-desakan di tribun penonton, satu kena, semua akan tertular),” kata Otu.

Sebelumnya, Bupati Kuansing, Mursini membatalkan festival pacu jalur iven nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan.

Menurut Mursini, sangat sulit menerapkan protokol kesehatan di acara pacu jalur. Dengan penonton yang banyak, tidak akan ada protokol jaga jarak.

Dalam rapat Bupati dan Forkompimda dan OPD yang diupload akun Youtube GenPi Kuansing, Selasa 2 Juni 2020, Mursini menjelaskan bahwa penonton pacu jalur di Teluk Kuantan bisa 2/3 dari penduduk Kuansing. Penduduk Kuansing sendiri tercatat 200 ribu jiwa

BACA JUGA:  Warga Kuansing, Silahkan Saksikan Debat Kandidat Paslon Bupati Malam Ini

“Jadi kalau cagak (meriam tanda pacuan sah dilepas) berbunyi, berdesak-desakan di tribun penonton,” ujar Mursini.

Belum lagi, lanjut Mursini, penonton dari kabupaten sekitarnya, seperti Indragiri Hulu, Kampar, Pelalawan, bahkan hingga provinsi Sumatera Barat.

“Jadi sangat susah menerapkan jaga jarak,” pungkas Mursini. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 24 Februari 2021 22:31

Pesantren Didorong Cetak Pengusaha Kebun Sawit

“Jadi, pesantren tak hanya melahirkan para ulama tapi juga mencetak para santri entrepreneur.”

Rabu, 24 Februari 2021 21:31

Sekitar 1.000 Warga Myanmar di Malaysia Dideportasi, Dapat Kritik dari PBB dan AS

Deportasi warga Myanmar di Malaysia itu dilakukan beberapa minggu setelah kudeta

Rabu, 24 Februari 2021 20:30

Pejabat Diminta Respon Cepat Keluhan Masyarakat di ‘Riau Mendengar’

Masih ada beberapa pejabat terkait yang terkesan lambat memberikan respon.

Rabu, 24 Februari 2021 19:34

Biden dan Al-Kadhimi Capai Sepakat Atas Serangan Nuklir ke Irak

Komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon, pada Selasa kemarin.

Rabu, 24 Februari 2021 18:32

Syamsuar Sebut Ada Keragu-raguan Kepala Daerah Terhadap Perubahan Permendagri

Dalam situasi saat ini, di mana pelaksanaan kegiatan harus betul-betul selektif.

Rabu, 24 Februari 2021 17:30

Pansel PTP Sebut 2 ASN Tak Lulus Seleksi ADM dari Pemprov dan Kota Dumai

Dua peserta yang tak lulus seleksi lantaran syaratnya kurang.

Rabu, 24 Februari 2021 16:36

Jokowi: Sekolah Tatap Muka di Mulai Juli 2021

Pemerintah menerapkan belajar di rumah atau pembelajaran jarak jauh sejak Maret 2020.

Rabu, 24 Februari 2021 16:34

Dipersidangan Terungkap, Edy Prabowo Beli 8 Sepeda Seharga Ratusan Juta Rupiah

Satu unit sepeda harganya Rp14,8 juta.

Rabu, 24 Februari 2021 15:24

Tim Pokja Protes Kerja Kepala DLHK Riau, Dianggap Cederai Komitmen Syamsuar dalam PPS

Pesan Syamsuar terkait komitmen percepatan PS saling bersinergi, komunikasi dan transparansi.