DPRD Pertanyakan Perekrutan dan Penempatan Pejabat Pemko

Senin, 15 Februari 2016 18:28

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Beredarnya kemunduruan delapan kepala Puskesmas dan sejumlah pejabat lainnya masih menjadi bahan perbicangan media.

Anggota DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz mempertanyakan pemerintah Kota Pekanbaru kenapa bisa sampai mundurnya 8 kepala puskesmas di Pekanbaru dimasa menjalankan tugasnya. Zulfan juga mempertanyakan bagaimana Pemko merekrut dan menempatkan pejabat diposisinya.

“Kemarin Nasri yang jadi kadis PU Bina Marga dan Musa juga mundur dari Kepala BPKAD Sekarang delapan kepala puskesmas, Ini tentu menjadi tanda tanya besar? Ada apa ini dan pemko sendiri bagaimana merekrut orang-orang ini dan menempatkan di posisi itu,” ujar Zulfan, Senin (15/2/2016)

Meskipun dirinya mempertanyakan hal tersebut, Zulfan Hafis yang merupakan politisi NasDem tersebut  juga mengungkapkan alasan kenapa kedelapan kepala puskesmas tersebut mundur. Katanya, alasan kemunduran tersebut dikarenakan adanya persoalan BPJS yang rancu ditingkat Puskesmas.

Baca: Pedagang Bunga Musiman di TPU Pekanbaru Raup Untung Besar Jelang Ramadan

“Selain itu adanya badan pengelolaan keuangan puskesmas yang mau diswastakan. Serta permasalahan ambulan yang diterima puskesmas kondisinya bekas tetapi ditandatanganinya baru,” katanya.

Jika memang hal tersebut menjadi alasan bahwa kedelapan kepala puskesmas tersebut mundur, Zulfan sendiri mengapresiasi hal tersebut. “Berarti mereka masih punya pemikiran yang bagus Inilah yang kita harapkan jadi pemimpin kedepan,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, Muhammad Noer sebelumnya turut berkomentar terkait hal tersebut. Dirinya sendiri mengakui bahwa akan menelusuri kenapa banyak pejabat yang mundur, terlebih lagi delapan kepala puskesmas mundur di saat kasus Demam Berdarah meningkat.

“Menyangkut dengan puskesmas tentang delapan kepala puskesmas yang mundur dari jabatannya, sementara situasi saat ini, kasus demam berdarah di Pekanbaru cukup banyak,” kata M Noer.

Khusus untuk kasus mundurnya kepala puskesmas, berdasarkan instruksi dari wali kota agar membentuk tim yang mengkaji terkait perihal yang membuat mereka mundur dari jabatannya. Apakah mereka mundur karena ingin mandiri atau ada perihal lain.

“Kita akan telusuri itu, apakah mereka ingin berkonsentrasi secara profesional dan menjadi dokter biasa atau ada alasan lain yang membuat mereka mundur dari. Untuk pembentukan tim ini, kami akan melibatkan berbagai unsur terkait,” jelas M Noer. (iqbal)