Dana PKBL Milyaran, Ternyata UMKM Pekanbaru Belum Siap

Jumat, 26 Februari 2016 15:02

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru mendata setidaknya ada sekitar 12 ribu pegiat usaha di tahun 2015. Hanya saja banyak pelaku usaha yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan modal untuk memajukan usaha.

Hal itu disampaikan Sekretaris Diskop UMKM Pekanbaru, Ardiansyah kepada kru bertuahpos.com. “Kita lihat begitu, dari sekian ribu UMKM hanya sebagian yang siap dan berani memanfaatkan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) BUMN. Padahal dana yang tersedia miliaran,” sebut Ardiansyah.

Menurutnya memang ada banyak faktor UMKM enggan memanfaatkan PKBL ini. “Tetapi kebanyakan karena belum siap berhutang, karena usahanya tidak terlalu besar seperti gorengan atau jualan keliling,” tuturnya.

Ada pun besaran nilai pinjaman PKBL bisa mencapai Rp 25 juta. Dengan bunga hanya enam persen. “Jadi sebenarnya program ini bisa dimanfaatkan bagi UMKM yang mau memperluas akses pasarnya,” kata Ardiansyah.

Baca: Riau Berupaya Berikan Penjelasan Ulang ke KLHK Soal RTRW

Program Kemitraan adalah bantuan dana bergilir dan bergulir bagi pengembangan UKM di wilayah kerja, yang bersumber dari penyisihan laba bersih perusahaan tahun sebelumnya. Selain juga sebagai pemenuhan peraturan Perundang-undangan, diantaranya Permen BUMN No. 09/MBU/07/2015 tentang PKBL di BUMN.

Untuk itu Diskop Pekanbaru akan memberikan edukasi kepada UMKM terutama bagi yang sedang kesulitan modal. Namun kata Ardiansyah, pihaknya tidak bisa memberikan semacam dana segar sebab untuk hal itu memang tidak ada.

“Peran kita menjembatani UMKM dengan yang memiliki anggaran program pembinaan. Selain itu juga kita sediakan klinik konsultasi, gratis. Nanti silahkan pelaku datang ke Diskop ada klinik konsultasi bisnis,” katanya.

Selain itu Diskop Pekanbaru tengah menyiapkan program expo keliling pusat perbelanjaan produk UMKM Pekanbaru. Hal ini selain memperkenalkan produk asli Pekanbaru juga nantinya untuk memperluas market.

“Kita harapkan juga dari asosiasi seperti PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) dan Asita ( Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) bisa mengarahkan pengunjung atau tamunya untuk singgah ke UMKM-UMKM kita. Sekaligus juga membantu promosikan produk asli,” harap Ardiansyah.

Rencananya, Sabtu (27/02/2016) mendatang Walikota Pekanbaru, Firdaus MT bersama Diskop UMKM meresmikan pusat oleh-oleh di MTC Giant Panam.

Penulis: Riki