Akhirnya Polresta Pekanbaru Menahan Dokter Penganiaya Pembantu

Selasa, 24 September 2013 21:28
BERTUAHPOS, PEKANBARU –  Polresta Pekanbaru akhirnya menahan dokter Ronika dalam kasus dugaan penganiayaan. Para medis ini diduga menganiaya pembantunnya yang masih di bawah umur, AB (14).
 
Penahanan para medis ini dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar kepada detikcom, Selasa (24/9/2013).
 
“Iya benar, kita sudah menahan tersangka. Kita terus mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi pemberkasan,” kata Arief Fajar.
 
Sebelumnya, Senin (23/9/203) belasan orang warga asal NTT di Pekanbaru mengepung rumah dokter yang bertugas di RS TNI AU di JL Soekarno Hatta. Mereka mencari dokter tersebut untuk segera ditahan pihak kepolisian.
 
Mereka agar dokter Ronika segera ditahan karena telah berstatus tersangka. Namun aksi mereka segera mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.
 
Anggota Polresta Pekanbaru pun langsung mengamankan di lokasi. Tidak ada aksi anarkis yang dilakukan warga NTT ini. Mereka melakukan itu sebagai bentuk solidaritas karena sekampung dengan korban.
 
Sebagaimama diketahui, AB sudah 9 bulan bekerja sebagai pembantu di rumah dokter yang berdinas di RS TNI AU itu. Selama bekerja, AB menjadi korban penganiayaa,
 
Dia sering menerima perlakuan kasar, ditampar, dipukul malah pernah dicucuk dengan gunting. Selama bekerja, tak pernah menerima gaji dan makan juga hanya boleh satu kali sehari.
 
Belakangan korban melarikan diri dan diselamatkan warga sekitar. Dari sana ketua RT melaporkan kasus itu ke Polresta Pekanbaru.
 
 
 
(detik.com)