Tangkis Serangan China, Militer Taiwan Latihan Tempur Skala Besar

Selasa, 19 Januari 2021 14:32
Tangkis Serangan China, Militer Taiwan Latihan Tempur Skala Besar

BERTUAHPOS.COM — Militer Taiwan harus terus berlatih dengan giat untuk ‘menangkis’ serangan China. Para militer Taiwan latihan tempur dengan kompleks pada Selasa 19 Januari 2021.

AP melaporkan, dalam latihan kali ini militer Taiwan menerjunkan armada tank, mortir, dan sejumlah senjata kecil yang bisa bergerak lebih fleksibel.

Advertisement

Menurut Direktur Departemen Perang Politik Taiwan Chen Chong-ji, mau tak mau Taiwan harus berupaya keras untuk mempertahankan kedaulatan negaranya di tengah tensi tinggi yang terjadi di Selat Taiwan beberapa waktu lalu.

“Apa pun yang terjadi di sekitar Selat Taiwan, tekad kita untuk menjaga tanah ait kita tidak akan pernah berubah,” ungkap Chen, seperti yang dikutip Kontan.co.id.

Baca: Dinas Pendidikan Provinsi Riau Harus “Dilecut” Lagi

Ujar Chen, latihan kali ini bertujuan untuk menunjukkan tekad Taiwan yang hendak menjaga perdamaian antara kedua belah pihak, yakni Taiwan dan China.

Latihan militer tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan keyakinan publik terhadap kemampuan militer negaranya, terutama dalam hal menjaga keamanan menjelang festival Tahun Baru Imlek bulan depan ketika banyak prajurit mengambil cuti.

Latihan militer kali ini dilakukan di pangkalan militer Hukou yang terletak di daerah Hsinchu, pusat industri teknologi tinggi Taiwan. Kawasan industri ini bisa dibilang berkembang cukup cepat meskipun ada ancaman invasi yang terus datang dari China.

Menghadapi ancaman yang terus datang, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berusaha meningkatkan kemampuan pertahanan negara dengan melakukan pembelian senjata miliaran dolar dari sekutu dekatnya, yakni Amerika Serikat (AS).

Beberapa senjata yang didatangkan dari AS seperti versi baru jet tempur F-16, drone bersenjata, sistem roket, dan rudal Harpoon. Tsai juga mendukung produksi dalam negeri melalui program pembangunan kapal selam baru.

Jika dibandingkan dengan kekuatan tempur China, angkatan militer Taiwan memang terbilang sangat kecil. Sebagian besar pasukan angkatan daratnya berasal dari program wajib militer jangka pendek.

Di laut, Taiwan hanya memiliki sekitar 86 kapal, di mana sekitar setengahnya hanyalah kapal rudal ringan yang biasa bertugas untuk patroli pantai. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 25 Februari 2021 11:35

12 Excavator Disiapkan untuk Tangani Karhutla di Riau

Syamsuar minta alat berat itu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kamis, 25 Februari 2021 11:22

Hukum Laki-Laki Memakai Emas

Ustaz Abdul Somad dalam bukunya yang berjudul 37 Masalah Populer menerangkan

Kamis, 25 Februari 2021 11:10

Jangan Ditunda-tunda, ESDM Minta Pembangunan Kilang Minyak Segera Diselesaikan, Salah Satunya di Dumai

Pihak PT Pertamina (Persero) sendiri, kini tengah dalam tahapan pembangunan untuk GRR dan RDMP.

Kamis, 25 Februari 2021 10:36

15 Paket Sabu Diamankan Polsek Kuantan Mudik dari Seorang Pengedar di Sebuah Pondok

Pelaku dan barang bukti dibekuk di sebuah pondok dekat perkebunan.

Kamis, 25 Februari 2021 10:28

Jangan Ditanya Berapa Jatah Kuota Kartu Prakerja untuk Riau, yang Penting Daftar Aja Segera?

Kuota untuk Riau masih belum jelas.

Kamis, 25 Februari 2021 10:01

SBY: Presiden Jokowi Memiliki integritas, Berbeda Dengan Pembantu Dekatnya

“Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas, yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu”

Kamis, 25 Februari 2021 09:49

Man City Menang, Netizen Malah Bully Pep Guardiola

netizen di twitter malah membully sang pelatih Man City, Pep Guardiola

Kamis, 25 Februari 2021 08:35

SBY Turun Gunung: Saya Yakin Presiden Jokowi Tidak Tahu Gerakan Moeldoko

SBY juga mengatakan bahwa Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan Moeldoko

Kamis, 25 Februari 2021 08:32

Cek Harga Suzuki GSX-R 150 Lengkap dengan Spesifikasinya

kendaraan roda dua iconik penerus tradisi motor sport performa tinggi.

Kamis, 25 Februari 2021 07:01

Saat Gamal Abdul Nasser Menasionalisasi Terusan Suez

Tindakan Mesir ini menyebabkan Israel, Inggris, dan Perancis menyerang Mesir