• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kesadaran Masyarakat Laporkan Praktik Mritil Masih Rendah

by
7 Oktober 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Maraknya praktik kredit mritil di Pekanbaru, tidak menutup kemungkinan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan hal tersebut kepada Dinas Koperasi.

“Kita akui memang kesadaran masyarakat untuk melaporkan masalah itu masih rendah,” kata Sekretaris Dinas Koperasi Pekanbaru Ardiansyah kepada bertuahpos.com.  Jumat (7/10/2016).

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang koperasi juga menjadi alasan kenapa masyarakat enggan melaporkan praktik mritil kepada pihak Dinas Koperasi sendiri.

“Terkadang masyarakat juga anggap hal ini tidak penting. Tapi diluar itu masih ada yang melaporkan masalah itu kepada kita,” sambungnya.

Ia juga menghimbau, kepada masyarakat untuk langsung melaporkan segera jika ada temuan kepada Dinas Koperasi. Setelah itu, pihaknya akan menindaklanjuti permasalah tersebut.

“Silahkan datang ke kantor, bawa bukti-buktinya, nanti akan kita proses laporan masyarakat,” lanjut Ardiansyah. Dengan adanya laporan tersebut, maka akan mempersempit praktek mritil berkedok koperasi di Pekanbaru.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, praktek mritil masih banyak dilakukan di Kabupaten Siak. Alasannya, karena sulitnya peminjaman ke Bank dan syarat yang gampang, masyarakat beralih menggunakan jasa kredit mritil.

Selain itu menurut penurutuan Kepala BI Riau mengatakan, selain tidak ada jaminan, jenis kredit seperti ini sangat beresiko terjadinya macet, sehingga akan merugikan masyarakat yang menggunakan jasa kredit mritil itu.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan lembaga keuangan, memberikan persyaratan ketat akan lebih baik, karena peluang untuk menyelesaikan kredit akan lebih terbuka. Apalagi untuk program kredit seperti KUR dan sejenisnya.

Penulis: Iqbal

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Minim Pengawas, Riau Banyak Kecolongan Tenaga Kerja Asing

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.