• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Komisi IV Hearing Bahas Pembangunan Pasar Induk yang Mangkrak, Pemindahan Pedagang Harus Ditunda

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Mei 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Komisi IV DPRD Pekanbaru memastikan menolak dan meminta wacana Pemko Pekanbaru yang akan memindahkan pedagang yang berada di Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) ke Pasar Induk Kota Pekanbaru ditunda.

“Setelah berdebat panjang dalam rapat, Komisi IV meminta Disperindag untuk menunda wacana pemindahan pedagang ke Pasar Induk, karena fungsi dari pasar itu belum 100 persen bisa dijalankan. Pembangunan pasarnya masih mangkrak, sistem saluran drainase belum jelas, ditambah lagi pembuangan sampah dan limbah itu juga belum jelas,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan usai rapat dengan Disperindag, Dinas PUPR dan Dinas Perkim di Ruang Badan Musyawarah (Banmus), Rabu (18/5/2022).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan didampingi Wakil Ketua Jepta Sitohang dan Sekretaris Komisi Rois diikuti Anggota lainnya Hj Masni Ernawati, Ali Suseno, Robin Eduar, Roni Pasla, Sigit Yuwono ST, Wan Agusti dan Zulfahmi SE.

Hadir dalam rapat ini Kadisperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kabid Jasa Kontruksi Dinas PUPR, Plt Kadis Perkim yang juga Asisten II Setdako El Syabrina.

Adapun agenda pembahasan dalam rapat ini membahas terkait wacana pemindahan pedagang Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) ke Pasar Induk yang berada di Jalan Soekarno Hatta.

Nurul menyarankan, para pedagang yang berada di BRPS tidak dipindahkan ke Pasar Induk. Melainkan, di pindahkan ke lahan kosong yang berada didepan lokasi Pasar Induk.

“Kalau Pemko Pekanbaru mau memindahkan pedagang itu, ada didepan pasar induk ada tanah kosong, tinggal sewa saja. Karena, perhitungannya itu kan sementara menjelang Pasar Induk selesai dibangun,” ucapnya.

Jika Pemko Pekanbaru tetap memindahkan pedagang, ia khawatir pihak pengembang tidak dapat melanjutkan pembangunan Pasar Induk.

“Ditakutkan, ketika pedagang sudah masuk ke Pasar Induk, dan perputaran ekonomi sudah berjalan disitu, jadi kapan lagi pelaksanaan pembangunan pasar itu mau dikerjakan. Belum lagi nanti, masyarakat sekitar pasar nantinya merasakan dampak air limbah yang ada di pasar itu,”

Politisi Gerindra ini berharap Disperindag dapat segera mengeksekusi tembok bangunan yang dibangun oleh PT Agung Rafa Bonai selaku pihak pengembang. Pasalnya, tembok tersebut dinilai telah melanggar aturan lantaran tembok dibangun diatas drainase sehingga berdampak terhadap lingkungan masyarakat menjadi tergenang air.

Ia juga berharap, Disperindag Kota Pekanbaru untuk bertindak tegas terhadap PT Agung Rafa Bonai yang berwenang dalam pengerjaan pembangunan proyek Pasar Induk.

“Kami telah memberi masukan kepada Disperindag selaku OPD terkait agar bangunan tembok itu dihancurkan. Karena Disperindag memiliki hak dan kewenangan menghancurkan tembok itu. Atau, dibuatkan pengurangan dari ukuran awalnya, misalkan ukuran awalnya 3×6 dikurangi menjadi 3×3. Jadi masih ada batas didalam Daerah Milik Jalan (DMJ) itu 3 meter,” terang Nurul.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengungkapkan, para pedagang akan dipindahkan ke Pasar Induk tidak akan langsung menempati bangunan pasar. Tetapi, para pedagang akan berjualan dilahan kosong yang ada dikawasan Pasar Induk.

“Pedagang nanti tidak akan menempati dibangunan yang sedang dibangun, tapi dilahan kosong. Jadi nanti kita buat seperti tempat penampungan yang ada di AKAP,” kata Ingot.

Para pedagang belum bisa menempati bangunan Pasar Induk, jelas Ingot, lantaran progres pengerjaan masih 60 persen, dan pembangunan terus digesa hingga bisa ditempati.

Ingot juga menjelaskan, alasan mengapa para pedagang di Terminal AKAP harus segera direlokasi ke Pasar Induk. Salah satu alasannya ialah aktifitas para pedagang di terminal AKAP dinilai mengganggu beberapa fasilitas pelayanan publik.

“Disitu ada fasilitas pelayanan publik yang penting, ada pemadam kebakaran dan ada pul transmetro, yang mereka mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan aktifitas karena ada aktifitas pasar,” pungkasnya.

Diakhir, Komisi IV DPRD Pekanbaru bersama Disperindag akan turun ke lapangan guna memantau langsung Pasar Induk sekaligus mengeck lokasi penempatan relokasi pedagang di Pasar Induk, pada Selasa depan. Galeri)

Tags: dprd kota pekanbaruHearing Pasar IndukKomisi IV DPRD Pekanbaru
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru berfoto bersama perwakilan Ikatan Sosial Pedagang Ikan Senapelan Pasar Kodim usai rapat dengar pendapat di gedung DPRD Kota Pekanbaru. Pertemuan itu membahas persoalan berakhirnya kontrak Surat Tanda Hak Pemakaian Bangunan (STHPB) para pedagang.
Berita Foto

Komisi II DPRD Pekanbaru Bahas Berakhirnya Kontrak STHPB Pedagang Ikan Pasar Kodim

...

Read moreDetails
Penandatanganan berita acara dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru terkait laporan Panitia Khusus pembahasan Ranperda Perubahan Kedua atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Pekanbaru, Senin(11/05/2026). Agenda ini menjadi bagian dari upaya penyesuaian struktur organisasi perangkat daerah guna meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan di Kota Pekanbaru.

Rombak Susunan Perangkat Daerah, DPRD Pekanbaru Bahas Ranperda Perubahan OPD

Tiang dan kabel provider

Pemko Pekanbaru Melempem Tindak Tiang dan Kabel Telekomunikasi

DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kenaikan APBD 2024 Sebesar Rp3,31 Triliun

Eks Gedung MPP Mau Dijadikan Alun-Alun, Muflihun Harus Berpikir Matang

Pasar Induk Harus Dipastikan Kesiapannya Sebelum Pindahkan Pedagang

Menanti Keberanian Satpol-PP Pekanbaru Menindak Pedagang yang Berjualan di Atas Trotoar

DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kenaikan APBD 2024 Sebesar Rp3,31 Triliun

Komisi I Minta Muflihun Segera Tunjuk 3 Pejabat Definitif

Next Post
BNI Akuisisi Bank Mayora

BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora dengan Kepemilikan Saham 63,92%

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.