Covid-19 Meningkat, Bupati Siak Ingatkan Perusahaan Tak Suplai Tenaga Kerja dari Luar

Minggu, 26 Juli 2020 13:53
Covid-19 Meningkat, Bupati Siak Ingatkan Perusahaan Tak Suplai Tenaga Kerja dari Luar

BERTUAHPOS.COM, SIAKBupati Siak, Alfedri meminta kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak agar menyetop suplai tenaga kerja dari luar daerah.

Imbauan tersebut disampaikan pasca merebaknya wabah Corona seperti yang terjadi di PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) di Perawang. 15 karyawan klaster Palembang, Sumatera Selatan terkonfirmasi positif Covid-19 yang kini masih dirawat di rumah sakit Eka Hospital, Kota Pekanbaru.

Advertisement

“Kita sudah ingatkan perusahaan di Siak, untuk sementara waktu tidak mendatangkan tenaga kerja dari luar. Optimalkan tenaga kerja yang ada di pabriknya, hingga wabah Covid-19 ini benar-benar grafiknya menurun,” kata Alfedri, Minggu 26 Juli 2020.

Menurutnya, perusahaan untuk sementara harus memaksimalkan pekerjanya untuk operasional perusahaan, sampai wabah Covid-19 di Kabupaten Siak grafiknya menurun.

Baca: Rapat Paripurna Istimewa Milad Ke – 54, Bupati Paparkan Capaian Pemkab Inhil Dan Resolusi Daerah

“Namun kalau memang perusahaan sangat butuh tenaga ahli dari luar, mereka harus di swab terlebih dahulu, cek kesehatannya dan yang terpenting di data dan perusahan wajib melaporkan ke pemerintah melalui dinas tenaga kerja (Disnaker). Artinya benar-benar dilakukan standar protokol kesehatan Covid-19,” tegas Alfedri.

Masih kata Alfedri, di masa pendemi ini perusahaan juga wajib melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan tempat kerjanya. Seperti menyediakan wadah cuci tangan, menjaga jarak dan yang terpenting mewajibkan karyawannya mengunakan masker.

“Saya setiap saat menyampaikan ke masyarakat untuk wajib memakai masker jika keluar rumah. Selain itu kita juga sudah menyiapkan regulasi tentang tatanan hidup produktif di tengah Covid-19, saat ini tengah dievaluasi pemerintah provinsi Riau. Jika aturan ini disahkan nantinya bisa menjadi acuan dalam melaksanakan tatanan New Normal,″ katanya. (adv)