• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mengintip Ukui Dimalam Hari, Begini Suasananya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
24 Januari 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PELALAWAN – Salah satu kecamatan di Kabupaten Pelalawan, kecamatan Ukui di saat malam hari ternyata punya keunikan tersendiri. Meski letaknya tepat berada di jalur perlintasan Pulau Sumatera, kecamatan yang terbilang luas itu ternyata tidak sama dengan daerah lain.

Seorang pria paruh baya mengenakan kaos kerah berwarna kuning duduk lama menyeruput segelas teh telur di meja yang tidak jauh dari etalase kaca, dengan susunan puluhan bungkus mie instan. Namanya Usman. Tidak sama seperti yang lain, Usman duduk sendiri tanpa teman. “Lagi suntuk di rumah, saya keluar sebentar cari minum,” katanya.

Darinya diketahui bahwa kecamatan yang masuk dari bagian wilayah Kabupaten Pelalawan ini punya gaya tersendiri. “Semakin malam, kaum muda yang laki-laki semakin banyak yang nongkrong di warung kopi,” katanya. Ini sudah menjadi kebiasaan. Daerah yang terletak di jalur Lintas Timur itu, sebagian besar dihuni oleh penduduk transmigrasi. Hanya sebagian kecil penduduknya yang tidak memiliki kebun sawit. Misalnya, berdagang di pasar, atau membuat usaha. Bukan berkebun.

Penduduk yang menekuni aktifitas itu, biasanya bermukim di wilayah keramaian pasar. Sedangkan masyarakat yang tinggal di desa-desa jauh dari kecamatan, sangat menggantungkan perekonomian mereka pada kebun sawit.

Kata Usman, biasanya membuka toko hanya sebahagian kecil dari usaha para toke sawit di sini. Menjelang malam, sekitar pukul 22.00 WIB, aktifitas kaula muda semakin banyak. Ada saja kaum itu yang datang silih berganti untuk menyeruput segelas minuman yang mereka pesan di warung kopi pinggir jalan. Para anak muda ini, sebagian besar datang dari wilayah pedesaan yang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian ini. Dan, tidak satupun ada diantara mereka para wanita usia muda, yang ikut keluyuran.

Semua para remaja tanggung, antara usia sekolah hingga umur 20 an tahun. “Mereka betah berlama-lama sambil bercengkrama,” sambung Usman. Meski ruko-ruko bertingkat dua di pinggir jalan itu terkunci, dan pemiliknya sudah mematikan lampu, aktifitas di jalanan tidak pernah tidur. Makanya tetap ada pada pedagang nasi goreng yang buka, bahkan hingga pagi hari.

Di samping tenda kecil tempat penjual nasi goreng itu, berdiri sebuah gerobak dorong kecil lengkap dengan barang dagangan harian, seperti rokok, minuman dungin, dan makanan ringan. Warung kecil ini juga “hidup” jika malam hari. Mereka menyediakan kebutuhan para mengendara yang melintas disaat haus.

Kecamatan Ukui, adalah salah satu kecamatan yang cukup populer di Provinsi Riau. Di tempat ini lah letaknya pusat penangkaran gajah Taman Nasional Teso Nilo (TNTN). Selain itu, juga ada perusahaan ternama perkebunan kelapa sawit. Dan keuanikan lainnya, wilayah ini adalah perlintasan garis khatulistiwa. Wajar tanah Ukui subur, dan perekonomian masyarakat bergantung pada sektor perkebunan.

Saat melintas, kemudian berhenti sejenak untuk melegakan tenggorokan. Tempat nongkrong yang bertuahpos.com singgahi diterangi enam buah lampu neon dari aliran genset. “Listrinya mati. Makanya ruko-ruko itu banyak gelap,” kata Sani, seorang karyawan di sini. Melihat kondisi seperti ini, ironis saja. Seperti berbanding terbalik. Masyarakat belum bisa menikmati seutuhnya kekayaan alam dan potensi kesuburan tanah yang mereka tempati. Ini penting untuk menjadi caratan pemerintah setempat. (Melba)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Lowongan Kerja PT Yakult Indonesia Persada

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.