Tambah Pasaman Barat, Riau Punya Lima Rute Perintis

Selasa, 08 Maret 2016 17:20

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Tahun 2016 ini, Maskapai Susi Air melayani lima rute perintis dari Provinsi Riau. Pesawat milik Menteri Susi Pudjiastuti kembali memenangi tender untuk melayani rute perintis yang disubsidi melalui APBN.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Udara Dishub Riau, Eddy Sukiatnadi kepada kru bertuahpos.com . “Tahun ini setelah ditambah penerbangan Pekanbaru ke Pasaman Barat dengan frekuensi satu kali terbang, rute perintis di Riau menjadi lima,” katanya, Selasa (08/03/2016).

Empat rute pulang pergi lain yang akan dilayani, yakni Dabo Singkep (Kepulauan Riau)-Pekanbaru tiga kali penerbangan. Lalu Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) dengan frekuensi dua kali penerbangan dalam sepekan. Dua kali penerbangan yakni Pekanbaru-Tembilahan (Indragiri Hilir)dan Pasir pengaraian (Rokan Hulu)-Batam dengan satu kali frekuensi penerbangan. Maskapai Susi Air resmi buka penerbangan perintis dari Bandara Pusako Anak Nagari Labankapa, Kecamatan Luhak Nan Duo menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sejak 25 Januari lalu.

Pesawat berangkat dari Simpang empat pukul 07.50, dan sampai di Pekanbaru pukul 08.45. Sedangkan slot penerbangan dari Pekanbaru-Simpangempat berangkat pukul 09.25 dan tiba pukul 10.20.
Harga tiket Simpangempat-Pekanbaru sebesar Rp241.500, sedangkan Pekanbaru-Simpangempat sebesar Rp241.500 ditambah airport tax Rp 45 ribu.  Biasanya, dari Pasaman ke Pekanbaru membutuhkan waktu 12 jam lewat jalur darat. Kini hanya dengan waktu 45 menit.

Baca: Nongkrong Dengan Nuansa Rumah Sendiri

Untuk itu Eddy mengharapkan kepada para kepala daerah serta asosiasi wisata bisa memperkenalkan tiap rute perintis yang sudah diupayakan buka di Riau. Sehingga dengan dibukanya rute penerbangan tersebut akan mendapat respon positif dari pengguna jasa transportasi udara.

“Jadi subsidi yang diberikan pemerintah tidak sia-sia. Selain itu bisa membantu investor untuk melihat peluang bisnis di Riau lebih efisien, sebab kalau harus menempuh jalur darat membutuhkan waktu sangat lama,” himbau Eddy.

Diharapkan pula dengan market yang semakin baik, bisa mendorong maskapai komersial melayani rute-rute perintis tersebut. “Karena kalau langsung komersial, maskapai bisa merugi. Makanya kita stimulan rute perintis ini dengan pesawat Susi Air,” tuturnya.

Penulis: Riki