“Sesat” Dari Afrika “Eksis” di Kepulauan Meranti, Ini Sejarah Kopi Liberika

Jumat, 06 Desember 2019 11:46
“Sesat” Dari Afrika “Eksis” di Kepulauan Meranti, Ini Sejarah Kopi Liberika

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Baru beberapa tahun belakangan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau mendadak terkenal di google. Kabupaten ini menjadi pusat produksi kopi jenis liberika dengan rasa yang unik dan khas.

Kopi liberika berbeda dengan kopi yang biasa dikenal dengan jenis arabika dan robusta. Kopi liberika ini jenis kopi yang tumbuh di tanah gambut dengan kadar keasaman tinggi.

Advertisement

Dalam sejarahnya, liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Afrika Barat. Dalam beberapa literasi, pada abat ke 19, tanaham ini di bawa masuk ke tanah air melalui penjajahan Belanda. Bibit kopi liberika sebenarnya untuk menggantikan tanaman kopi jenis arabika yang ketikan itu diserang penyakit.

Kopi Liberika dari Kepulauan Meranti mulai ‘naik daun’, setelah mendapatkan penghargaan sebagai hasil pertanian terbaik dari dari Dirjen Kekayaan Intelektual Nasional, Juli 2016 lalu. Padahal, sudah lebih dari tiga dekade kopi liberika menjadi salah satu komoditas unggulan di kawasan pesisir tersebut.

Baca: Pesonna Hotel Pekanbaru Berikan Segudang Paket Hemat Spesial Ramadan

Selama 37 tahun petani kopi di sana tak mengetahui jenis kopi yang mereka tanam. Sampai akhirnya, tahun 2010 Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Bogor datang dan melakukan penelitian.

Hasil penelitian mereka menyebut jenis kopi di Meranti adalah Liberika. Jenis kopi ini berasal dari negara Liberia di Afrika Barat dan merupakan jenis kopi terbaik. Bahkan, lebih baik dari kopi jenis robusta dan arabika.

Salah satu daerah pengembang kopi liberika terdapat di Desa Kedaburapat, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, pada awalnya mengenal kopi Liberika dengan sebutan nama kopi Sempian. Di Indonesia, kopi Liberika bisa ditemukan di wilayah Provinsi Riau dan Jambi. (bpc3)