Virus Corona Bermutasi Jadi Lebih Mudah Menular, Ini Studi Terbaru

Kamis, 24 September 2020 18:18
Virus Corona Bermutasi Jadi Lebih Mudah Menular, Ini Studi Terbaru
Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM — Virus corona diketahui telah bermutasi. Ini merupakan hasil studi terbaru. Penelitian itu menemukan virus corona jenis baru tidak berdampak pada hasil klinis penyakit atau membuatnya mematikan, namun salah satu mutasi bisa membuatnya lebih mudah menular.

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan di Houston dan diterbitkan di MedRxiv. Dalam studinya, mereka memaparkan mutasi baru dari virus corona, memang berpotensi lebih kuat dan lebih mudah berubah.

Advertisement

Menurut James Musser, salah satu penulis penelitian ini mengungkapkan mengatakan kepada The Washington Post, bahwa selama ini kita sendiri yang telah membiarkan populasinya terus berkembang. “Kita sudah memberi banyak ruang untuk virus ini,” ungkapnya.

David Morens, ahli virus di Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular juga mengatakan, saat virus beredar di seluruh populasi virus tersebut berpeluang menjadi lebih menular dan dapat berdampak negatif pada kemampuan untuk mengendalikannya.

Baca: Pemerintah Bingung, Bagaimana Cara WNA Registrasi Kartu Prabayar

Dia menguraikan virus mungkin menyesuaikan dengan tindakan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan yang berpotensi mempengaruhi formulasi vaksin. 

Berangkat dari studi ini, Morens mengatakan mungkin saja kedepannya, virus ini akan menyesuaikan dirinya dengan tingkat kekebalan manusia yang tinggi. “Mungkin saja (corona) akan menemukan cara untuk melawan kekebalan tubuh kita,” jelasnya.

Jika memang kondisi seperti itu yang akan terjadi, maka manusia tidak akan berada dalam situasi yang sama seperti flu. “Kami harus mengejar virus, saat virus bermutasi kami harus mengutak-atik vaksin kami,” tambahnya.

Saat ini ada lebih dari 31 juta kasus Covid-19 terdaftar di seluruh dunia dengan setidaknya 1 juta kematian terkait, menurut data Universitas John Hopkins. Amerika Serikat tetap menjadi negara yang paling terkena dampak dengan lebih dari 6,9 juta kasus dan lebih dari 200.000 kematian. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 25 Oktober 2020 17:08

Kalah di El Clasico, Ronald Koeman Serang Wasit

#ELCLASICO

Minggu, 25 Oktober 2020 15:01

Sejarah Tanah Jantan, Kepulauan Meranti

#MERANTI

Minggu, 25 Oktober 2020 13:29

Prabowo Jumpai Menhan Turki Bahas 4 Topik Penting

#prabowo

Minggu, 25 Oktober 2020 10:01

Kaum Muslimin, Janganlah Terpedaya Harta Kekayaan

#ISLAMPEDIA

Minggu, 25 Oktober 2020 09:31

Silahkan, Nikmati Surga Telaga di Gunung Talamau Sumbar

#gunungtalamau #sumbar

Minggu, 25 Oktober 2020 09:04

Wijatmoko Kembali Pimpin Apindo Riau 5 Tahun Kedepan

#apindoriau #ketuaapindoriau