BERTUAHPOS — Pemprov Riau sejauh ini memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah riau pesisir tetap terjaga. Namun, pasokan minyak goreng di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis masih membutuhkan perhatian khusus menjelang hari besar seperti Ramadan, Idulfitri termasuk Imlek.
Kepala Disperindag Provinsi Riau M Taufiq OH mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Perum Bulog serta sejumlah produsen untuk memetakan kondisi pasokan pangan di daerah pesisir, termasuk Meranti dan Bengkalis.
Hasil koordinasi menunjukkan bahwa pasokan beras untuk Bengkalis dan Meranti dalam kondisi aman. Kekhawatiran awal terkait distribusi beras di wilayah kepulauan berhasil diantisipasi melalui koordinasi lintas instansi.
“Untuk beras, Bengkalis dan Meranti aman. Tidak ada masalah berarti dari sisi stok,” ujar Taufiq kepada Bertuahpos, Jumat, 6 Februari 2026, di Pekanbaru.
Namun, ia mengakui pasokan minyak goreng di Meranti masih terbatas. Bulog meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu memperlancar distribusi logistik ke wilayah tersebut.
Disperindag Riau kini berkoordinasi dengan sektor perhubungan agar distribusi minyak goreng bisa diprioritaskan melalui angkutan RoRo, khususnya pada ritase pertama dan kedua setiap hari penyeberangan.
“Kami sedang komunikasikan agar logistik minyak goreng bisa masuk lebih awal lewat RoRo. Ini penting supaya pasokan tidak tersendat,” jelasnya.
Selain itu, Disperindag Riau juga menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan melalui BPTD, serta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurut Taufiq, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menyurati Disperindag Riau terkait kebutuhan minyak goreng yang selama ini kerap mengalami kekurangan, terutama saat permintaan meningkat.
“Gambaran kebutuhannya sudah kami terima. Kami bersama Bulog sedang mencarikan solusi agar kekurangan ini bisa ditutupi,” katanya.
Menjelang hari besar keagamaan, Disperindag Riau juga menyiapkan opsi intervensi pasar, termasuk pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar yang lebih difokuskan ke wilayah Meranti.
Ia mengakui, operasi pasar di daerah kepulauan masih relatif terbatas, sementara lonjakan permintaan saat hari besar membuat kebutuhan minyak goreng meningkat signifikan.
Sementara itu, untuk komoditas pangan lainnya, Disperindag Riau memastikan kondisi relatif aman. Stok telur dan ayam disebut mencukupi dan tidak menunjukkan gejolak berarti di pasaran. “Selain minyak goreng, sejauh ini aman. Telur dan ayam juga tersedia, tidak ada masalah,” kata Taufiq.***









