BERTUAHPOS – Sepanjang Ramadan 2026, PT Riau Pangan Bertuah (RPB) sukses menggelar 47 kali operasi pasar murah. Kegiatan tersebut berkontribusi besar terhadap ketersediaan dan tasbilitas kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) di Provinsi Riau.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, kepada Bertuahpos, Rabu, 18 Maret 2026, di Pekanbaru, menjelaskan bahwa masifnya kegiatan operasi pasar selama Ramadan merupakan langkah konkret yang dilakukan Pemda bersama TPID dalam menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Lewat intensitas kegiatan yang tinggi, BUMD pangan itu berhasil menjaga ketersediaan bahan pokok tetap aman, sehingga berdampak terhadap harga di pasaran tidak mengalami lonjakan signifikan.
Intervesi harga lewat puluhan titik operasi pasar terbukti efektif menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pangan selama bulan puasa hingga menjelang Idulfitri.
“Selama ramdan ada 47 kali Operasi psar. cukup membantu menekan harga bahan pokok,” ujar Ade Putra Daulay saat memberikan keterangan resmi terkait upaya stabilisasi pangan daerah.
Menurut Ade, masifnya frekuensi operasi pasar ini memberikan dampak instan pada psikologis pasar dan distribusi barang. Kehadiran pemerintah dan perusahaan daerah di tengah masyarakat membuat spekulasi harga dapat diredam sejak dini. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan rasa tenang kepada konsumen.
“Dampaknya Harga stabil, ketersediaan sembako aman, masyarakat belanja dengan nyaman, dampak di pasar tak ada kenaikan signifikan,” tambah Ade Putra Daulay mempertegas hasil positif dari operasi yang dilakukan.
Dalam setiap pelaksanaan operasi pasar, PT RPB menjual komoditi bahan pokok yang dijual setiap kali operasi pasar meliputi 2 ton beras medium, 2 ton beras premium, serta 400 kg gula pasir. Selain itu, tersedia pula 400 liter Minyak Kita, 400 liter minyak goreng premium, serta 120 kg tepung terigu.
Untuk komoditas bumbu dapur dan protein, petugas menyediakan masing-masing 100 kg bawang merah, bawang putih, dan cabai merah, ditambah 50 kg cabai rawit. Kebutuhan protein hewani juga terpenuhi dengan ketersediaan 40 kg daging ayam, 50 kg daging sapi, serta 100 papan telur ayam di setiap lokasi operasi.
Melalui distribusi yang merata di 47 titik tersebut, masyarakat mendapatkan akses langsung ke bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar ritel. Komitmen ini diharapkan terus berlanjut guna memastikan ketahanan pangan di wilayah Riau tetap terjaga dengan baik.***









