BERTUAHPOS.COM — PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) masih mengkaji tambahan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari Bank Indonesia (BI), untuk mendukung program 3 juta rumah.
EVP Consumer Loan BCA Welly Yandoko mengatakan, pihaknya masih mengkaji kebijakan tersebut.
“Kami belum bisa menyampaikan secara detail karena masih dalam proses pengkajian. Namun, komitmen kami dalam menyalurkan KPR tidak bergantung pada adanya insentif,” ujarnya.
Dia menambahkan, KPR menjadi salah satu produk pembiayaan utama untuk menopang pertumbuhan kredit konsumer BCA — seiring dengan kredit kendaraan bermotor (KKB).
Menurut Welly, program 3 juta rumah dicanangkan pemerintah membutuhkan dukungan perbankan melalui fungsi intermediasi agar dapat berjalan optimal.
Namun, kondisi ekonomi dan persaingan likuiditas perbankan harus semakin membaik guna mendukung kesuksesan program tersebut.
“Kita berharap ekonomi tetap stabil dan likuiditas perbankan cukup, sehingga penyaluran KPR dapat berjalan lancar. Dengan demikian, program 3 juta rumah dapat terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Direktur BCA Haryanto Budiman menargetkan pertumbuhan kredit BCA pada tahun ini berada di kisaran 6% hingga 8%. Target tersebut juga berlaku untuk seluruh segmen kredit, termasuk kredit konsumer.
“Ini cerminan keinginan kami agar semua segmen kredit, termasuk konsumer, dapat tumbuh secara seimbang,” ungkapnya.
Pada 2024, kredit konsumer BCA tumbuh sebesar 12,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp223,7 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan KKB sebesar 14,8% menjadi Rp65,3 triliun dan KPR yang tumbuh 11,2% (YoY) menjadi Rp135 triliun.
Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk menambah besaran insentif KLM dari maksimal 4% menjadi 5% dari dana pihak ketiga perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2025.
Besaran insentif KLM pada sektor perumahan, termasuk perumahan rakyat, akan dinaikkan bertahap dari Rp23 triliun menjadi sekitar Rp80 triliun.
Kebijakan ini diambil guna mendukung program visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang perumahan.***









