BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah melemah 0,13 persen ke level Rp18.107 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 29 Juli 2026. Sentimen negatif berasal dari lonjakan harga minyak dunia dan kewaspadaan pasar menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee malam nanti.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengidentifikasi tiga tekanan utama yang membebani pergerakan rupiah hari ini. Pelemahan diperkirakan masih berlanjut sepanjang sesi perdagangan.
“Rupiah melemah terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah yang kembali melonjak, menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah,” ujar Lukman Leong dikutip dari Ipotnews.
Harga minyak mentah Brent melonjak USD2,71 atau 3,2 persen menjadi USD86,80 per barel. Sementara minyak mentah WTI AS menguat USD2,26 atau 3,4 persen ke level USD81,95 per barel.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa OPEC Plus akan menghentikan peningkatan produksi mulai Oktober turut mendorong reli harga.
“Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS. Sentimen domestik masih negatif pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI,” jelas Lukman.
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi satu bulan didukung meningkatnya permintaan aset safe haven. Ketegangan di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi katalis utama penguatan mata uang Amerika Serikat.
FOMC The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat kali ini. Namun pelaku pasar mengantisipasi nada hawkish dari Ketua The Fed.
“Pasar memperkirakan peluang sekitar 33 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ini tentunya akan juga membebani rupiah,” kata Lukman.









