• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Merespon Kebijakan Filipina, Pemerintah Sebut Daya Saing Industri Otomotif Tinggi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Januari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air tergolong positif di tengah pandemi Covid-19.

Filipina telah pemberlakuan safeguard atas kendaraan penumpang serta kendaraan komersial ringan.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, hal itu membuktikan bahwa daya saing industri otomotif Indonesia amat tinggi.

Hal ini diungkapkannya dalam keterangan resmi pada Selasa, 12 Januari 2021. “Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” katanya.

Buktinya, produksi kendaraan roda empat Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,286,848 unit. 

Capaian ini sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95,094 unit.

“Kemudian dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp 30 Triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif. Ini luar biasa,” kata Agus.

Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi sehingga membuat perbedaan harga antarnegara relatif rendah. 

Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” imbuhnya.

Agus menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Tanah Air.

Sehingga, mereka perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. “Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” pungkasnya. (bpc2)

Tags: dunia otomotifindustri otomotifkebijakan filipina
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Otomotif

Wuling Luncurkan Mobil Listrik Unyu-Unyu, Harganya Nggak Sampai Rp100 Juta

...

Read moreDetails

Honda Pindah Pabrik dari India ke Indonesia dan Tambah Investasi Rp5,2 T

Industri Otomotif Terkendala Kapasitas Produksi di Tengah Pajak 0% Diberlakukan

Airlangga Yakin Bebas Pajak Mobil Baru Menstimulus Ekonomi, Kenapa Sri Mulyani Sempat Tolak?

Cara Analisis fundamental, saham otomotif

Menelaah Potensi Saham Otomotif 2021

Next Post

Menlu Arab Saudi Terima Penyuntikan Vaksin COVID-19

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.