• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rakor Pengadaan Barang Jasa, Jokowi Berang Lagi: Terus Ngerjainnya Kapan?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 November 2020
pengadaan barang dan jasa, realisasi anggaran 2020

Ekspresi marahan Presiden Joko Widodo. (CNBC Indonesia / Edward R)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Presiden Joko Widodo atau Jokowi berang lagi saat menghadiri Rakor Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 19 November 2020.

Kejengkelan Jokowi masih berkutat para leletnya kerja anak buahnya dalam merealisasikan pekerjaan dan anggaran. Ini bukan pertama Jokowi meluapkan kekesalannya di depan publik, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

“Tadi pak Ketua LKPP [Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah] menyampaikan ini bulan November sudah tanggal berapa ini? 18 November, masih ada yang untuk proses konstruksi. Ini konstruksi lho ya. Masih dalam proses Rp 40 triliun. Terus ngerjainnya kapan?,” kata Jokowi dengan nada meninggi.

Kepala Negara tak habis pikir dengan rendahnya serapan belanja pengadaan barang dan jasa di pemerintah. Jokowi lantas mengungkap alasan kenapa akselerasi belanja tidak ada perubahan setiap tahunnya.

“Terus nanti kalau misalnya itu selesai, jadi barangnya kaya apa? Kalau bangun ya ambruk. Kalau jembatan ya ambruk. Hanya berapa bulan. Jangan sampai sekali lagi, diulang-ulang semuanya, menumpuk di akhir tahun,” jelasnya.

Menurutnya, lambatnya proses pengadaan baik itu yang berasal dari belanja pemerintah pusat maupun daerah menjadi penyebab utama. Selain itu, ditambah sikap sejumlah instansi pemerintah yang bekerja biasa-biasa saja dalam situasi sekarang.

“Akibatnya yang tadi saya sampaikan, realisasi belanja yang sudah dianggarkan baik di APBN, APBD menjadi terhambat. November masih Rp40 triliun dan itu adalah konstruksi,” katanya.

Akselerasi belanja pemerintah saat ini menjadi harapan yang bisa mendorong perekonomian nasional. Belanja pemerintah diharapkan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

“Kita ingat di kuartal kedua konsumsi pemerintah berada di -6%. Di kuartal ketiga kita sudah masuk ke positif 9% kurang lebih. Itulah yang men-trigger pertumbuhan ekonomi kita,” kata mantan Wali Kota Solo ini. (bpc2)

Tags: jokowi marahpengadan barang dan jasarealisasi negara rendah
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
Dana jaring pengaman sosial, riau berstatus zona merah

Covid-19, Tak Ada Lagi Zona Merah di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.