Kurang Dari Sebulan, Positif Corona di Indonesia Tembus 1.000 Kasus, IDI Sebut APD untuk Medis Masih Sangat Minim

Sabtu, 28 Maret 2020 04:17
Kurang Dari Sebulan, Positif Corona di Indonesia Tembus 1.000 Kasus, IDI Sebut APD untuk Medis Masih Sangat Minim

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kurang dari sebulan sejak Presiden Jokowi mengumumkan ada WNI positif Covid-19—2 hingga Jumat, 27 Maret 2020—kemarin jumlah kasus korban positif corona di Indonesia sudah tembus angka 1.046 kasus.

Jumlah orang-orang yang terjangkit wabah corona di dalam negeri sudah sangat banyak dan semakin berpotensi meluas. Sementara di sisi lain, pihak tenaga medis masih mengeluhkan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD), padahal mereka yang akan berinteraksi langsung dengan pasien.

Advertisement

“Yang pakai APD boleh merawat covid, yang tidak pakai APD tidak boleh ikut merawat,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, mengutip CNBCIndonesia.com.

Dia mengatakan, APD untuk para tenaga medis, baik dokter sampai perawat, masih sangat minim saat ini. Kondisi ini menjadi berisiko bagi kesehatan bahkan nyawa para tenaga medis yang tengah berjuang di garda depan melawan penyebaran virus covid-19 atau corona.

Baca: Riau Akan Pulangkan TKI dari Malaysia, ODP Corona Dipastikan Meningkat

Dalam catatan sosial media @ikatandokterIndonesia sudah terdapat 10 dokter yang melayang nyawanya di tengah pandemi. Para dokter tersebut wafat, baik karena terpapar maupun terlalu kelelahan dalam bekerja dan mengabdikan diri untuk melawan pandemi ini.

Untuk itu, IDI menerbitkan edaran yang berisi petunjuk apa yang harus dilengkapi dan diutamakan oleh petugas medis saat berhadapan dengan pasien atau suspect covid-19. 

Diwajibkan bagi tenaga medis untuk melengkapi diri dulu dengan APD yang memadai untuk merawat pasien tersebut. Sampai saat ini tenaga medis tidak melakukan ancaman pemogokan. “Petugas kesehatan tetap komit menangani dan merawat pasien,” katanya.

seperti ditulis dalam edaran IDI, para dokter harus memperhatikan keselamatannya terlebih dulu sebelum memberikan pelayanan kepada pasien sebelum ia bertugas. Untuk di wilayah DKI Jakarta saja, telah diumumkan 50 tenaga medis yang terpapar corona. Dari jumlah tersebut, 2 dinyatakan tiada dan tak dapat diselamatkan.

Penyebaran corona memang makin masif terutama di luar China, kini AS sebagai episentrum baru virus ini. Berdasarkan data  Johns Hopkins—hingga pukul 20.00, Jumat, 27 Maret 2020—total kasus covid-19 di seluruh dunia mencapai 551.337 kasus, dengan total kematian 24.906 kasus, dan total yang sembuh mencapai 127.564 kasus—176 negara terpapar virus corona. (bpc3)