IDI Soal Vaksin Corona, Kirim Surat ke Menkes, Jangan Terburu-buru

Kamis, 22 Oktober 2020 14:02
IDI Soal Vaksin Corona, Kirim Surat ke Menkes, Jangan Terburu-buru
Ilustrasi. (net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melayangkan surat ke Menteri Terawan terkait rekomendasi penerapan vaksin corona. IDI meminta agar pemerintah sebaiknya menunggu hasil uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac rampung, sebelum memutuskan akan menyuntikkannya pada masyarakat.

Dalam surat yang ditujukan PB IDI pada Kemenkes disebutkan jika untuk uji klinis di Brasil saja saat ini baru dilakukan pada 9.000 relawan. Sedangkan sesuai jadwal, total relawan yang akan disuntik yakni 15.000 orang, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut PB IDI ada syarat mutlak dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan digunakan. Pertama, terbukti efektifitasnya, imunogenitasnya, serta keamanannya dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinis fase 3 yang dipublikasikan.

Dari data yang ada saat ini, menurut IDI, uji coba vaksinasi Sinovac di Brasil sudah selesai dilaksanakan pada 9.000 relawan. Namun, hasilnya baru akan dikeluarkan segera setelah selesai dilakukan vaksinasi pada 15.000 relawan.

Baca: Muhammadiyah Komentari Soal Bebasnya Abu Bakar Ba’asyir: Semoga…

“Kita bisa melihat bahwa unsur kehati-hatian juga dilakukan di negara lain dengan tetap menunggu data data lebih banyak lagi dari hasil uji klinis fase 3. Hal ini sekaligus menunjukkan vaksinasi adalah sesuatu program yang penting namun tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa,” demikian pernyataan IDI.

Di Indonesia, Dari 1.620 relawan uji klinis fase 3 dari vaksin Covid-19 Sinovac, sebanyak 1.074 orang di antaranya telah menerima suntikan kedua. Artinya, masih ada ratusan relawan lain yang belum menerima suntikan, sebelum hasilnya bisa dipastikan.

IDI juga menyampaikan apresiasi dan mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Mereka juga mengapresiasi dengan rencana menyuntikkan vaksin covid-19 pada tenaga kesehatan sebagai prioritas. Namun, sebelum itu dilakukan maka harus memenuhi syarat tersebut di atas. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 28 Januari 2022 12:44

Sekilas Tentang Candi Muara Takus Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau

Ada banyak candi tua di Indonesia. Satu di antara candi tertua itu ada di Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Kampar

Jumat, 28 Januari 2022 12:04

Potret Sixpack Ronaldo Kwateh Pemain Termuda Timnas Indonesia

Sosok Ronaldo Kwateh mencuri perhatian sebab memecah rekor debutan termuda Timnas Indonesia

Jumat, 28 Januari 2022 11:37

Alasan Gatot: Hasil Analisa dan Renungan Presidential Threshold Sangat Berbahaya

Presidential Threshold 20 persen akan mengancam demokrasi di Indonesia.

Jumat, 28 Januari 2022 11:08

Syamsuar Sebut Riau Selalu Kirim Sampel Mencurigakan ke Jakarta, ‘Belum Ada Temuan Omicron di Riau’

Gubernur Syamsuar mengatakan Riau selalu mengirimkan sampel yang mencurigakan ke laboratorium pusat di Jakarta.

Jumat, 28 Januari 2022 10:49

Prabowo Tanggapi Dingin Kritik Edy Mulyadi Soal ‘Macan Mengeong’

Prabowo Subianto memberikan respon dingin terkait kritik yang dilontarkan Edy Mulyadi kepadanya.

Jumat, 28 Januari 2022 10:37

Info Cuaca, BMKG: Riau Cerah Dengan Suhu Udara 33 Derajat Celcius

Info prakiraan cuaca dan hotspot Provinsi Riau, Jumat 28 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat cuaca di Riau cerah

Jumat, 28 Januari 2022 10:35

Pengunjung Bakal Diwajibkan Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Kemenag Pekanbaru

Kantor Kemenag Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan berlakukan wajib scan barcode PeduliLindungi kepada setiap pengunjung.

Jumat, 28 Januari 2022 10:25

Bappeda Siak Minta Camat Sosialisasikan SIPD Digital

“Untuk menginput usulan kegiatan, saat ini sudah melalui digital.”

Jumat, 28 Januari 2022 10:19

Diduga Terinjak Gajak, Seorang Petani Sawit di Tahura Ditemukan Tak Bernyawa 

Palen Peter Aritonang (56) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Taman Hutan Raya (Tahura).

Jumat, 28 Januari 2022 10:08

Ubedilah Badrun: Tak Terhitung Berapa Banyak Pertanyaan KPK Soal Dugaan Cuci Uang Kaesang-Gibran

Ubedilah Badrun selama dua jam diperiksa KPK terkait dengan pelaporan dugaan korupsi Kaesang-Gibran.