Mau Diet? Jangan Kurangi Jatah Makan

Sabtu, 12 April 2014 13:50

BERTUAHPOS.COMMenurut Prof Arnold Bander, penulis buku Health of Focus?, tidak ada jenis makanan yang mengandung semua bahan gizi yang diperlukan oleh setiap orang, (protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan garam mineral) kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi. Dan, tidak ada satupun bahan makanan yang memenuhi kebutuhan manusia dengan sendirinya tanpa dicampur dengan berbagai makanan lain yang dapat menambah nilai gizi yang cukup. Sebaliknya, kelebihan nilai gizi  pada bahan-bahan makanan tertentu malah akan dapat berubah menjadi racun.

Ngomong-ngomong masalah diet. Banyak orang salah mengerti akan pengertian diet. Sebetulnya diet yang baik,  bukan dengan mengurangi jatah makanan yang kita makan tiap hari, tapi memakan serba sedikit dari segala jenis makanan yang akan anda makan. Dan, kita telah sama mengetahui bahwa ada hubungan antara penyakit dengan diet. Apa yang disebut sebagai annorexia nervousa yang menyebabkan hilangnya selera makan, adalah akibat dipaksakannya seseorang untuk mengurangi makan. Ini bukan disebabkan mereka tidak mempunyai makanan, tetapi karena factor disengaja.

Dikalangan anak-anak gadis, hal ini banyak dijumpai dengan maksud untuk melangsingkan tubuh. Mungkin saja tujuan untuk melangsingkan tubuh itu sedikti banyak terpenuhi, tetapi reaksi yang diberikan tubuh dapat menyebabkan tindakan itu berbahaya. Semakin hilang selera makan, tubuh seseorang akan menjadi tipis.

Akibat yang ditimbulkan oleh annorexia nerveousa adalah dapat terhentinya siklus haid. Riset mutakhir menunjukkan bahwa penderita nantinya mungkin akan mengalami kerapuhan tulang (osteophorosis). Kemungkinan ini diperkirakan oleh Dr Victor Parsons yang menemukan kasus pada seseorang berumur 30 tahun penderita annorexia  nerveousa yang perwatannya diserahkan kepadanya. Ia menemukan adanya  tulang retak karena jatuh. Padahal jatuhnya tidak seberapa serius. oleh dokter dari King’s College Hospital, London diketahui bahwa wanita tersebut menderita annorexia nerveousa untuk jangka waktu yang lama, 10-15 tahun. itulah sebab tulang-tulang wanita itu menyusut cukup banyak. sehingga bukan tidak mungkin pada  usia lanjut nanti, tingginya akan berkurang pula dan tulang-tulang menjadi rapuh sekali.(smr)

Baca: Brazil Dikalahkan Peru di Laga Persahabatan