Kadiskes Riau: Belum Waktunya ‘Berharap’ Pada Vaksin, Protokol Kesehatan Harus Tetap Prioritas

Kamis, 10 Desember 2020 11:20
Kadiskes Riau: Belum Waktunya ‘Berharap’ Pada Vaksin, Protokol Kesehatan Harus Tetap Prioritas
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir. (Foto: Melba / Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Masyarakat di Riau diminta untuk tidak berharap besar pada vaksin corona agar ‘kebal’ dari paparan virus

Sementara ini, vaksin tentu saja belum bisa diandalkan, karena masih perlu dilakukan berbagai tahapan uji coba sebelum disuntik kepada warga.

Advertisement

“Protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas saat ini. Belum waktunya berharap pada vaksin,” kata Kepala  Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, Kamis, 10 Desember 2020.

Pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin corona [Vaksin Sanovac] beberapa waktu lalu. Presiden Joko Widodo [Jokowi] menegaskan bahwa proses vaksinasi tetap harus menunggu izin dari Badan POM.

Baca: Riau Targetkan Seluruh OPD e-Office Tahun Ini

BACA JUGA:  Kata Jokowi, Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Pertengahan 2021

“Dalam situasi seperti ini kita tidak bisa banyak berharap meski Riau juga masuk dalam daftar daerah yang nantinya akan dapat jatah vaksin.”

“Namun sebelum itu terealisasi, penyebaran virus corona tetap harus diantisipasi agar jumlah kasus terkonfirmasi tak membludak. Masyarakat tetap diminta untuk patuh pada standar protokol kesehatan,” sambungnya.

Hingga kini Pemprov Riau belum bisa memastikan secara angka, berapa jumlah vaksin corona yang akan disalurkan ke daerah. 

Namun yang pasti, Vaksin Sanovac tetap harus menempuh berbagai tahapan evaluasi dan pengawasan sebelum benar-benar dilakukan vaksinasi.

“Dan tidak langsung diberikan kepada masyarakat,” kata Mimi.

Keputusan mengenai siap vaksinasi nantinya akan diumumkan secara resmi oleh Badan POM. Saat ini lembaga itu bersama dengan pihak terkait lainnya tengah menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Termasuk melibatkan Majlis Ulama Indonesia [MUI] sebagai lembaga berwenang untuk memastikan kehalalan Vaksin Sanovac.

Menurut Mimi, tidak semua lapisan masyarakat akan mendapatkan vaksinasi akibat keterbatasan dosis. Proses penyuntikan juga akan dilakukan secara bertahap.

Adapun kelompok yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan yang berhubungan langsung dengan publik, TNI, Polri, barulah masyarakat.

“Oleh sebab itu, semua pihak harus tetap patuh pada protokol kesehatan. Karena keterbatasan jumlah vaksin lah yang membuat kita belum bisa berharap banyak wabah ini akan berakhir cepat,” sebutnya. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19