• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BPOM Sebut 28 Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 April 2021
vaksinasi pedagang

Vaksin Sinovac.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Vaksin  Nusantara mulai diuji pada 28 relawan sebagai subjek penelitian vaksin tersebut. BPOM menyatakan bahwa seluruh subjek tersebut alami Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD).

Vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu pun telah disuntikkan kepada 28 orang, yang dilaporkan mereka mengalami nyeri lokal, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri kepala, penebalan, kemerahan, gatal, petechiae, lemas, mual, demam, batuk, pilek dan gatal.

“Seluruh subjek mengalami KTD pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 500 mikogram dan lebih banyak dibandingkan pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 250 mikogram dan tanpa adjuvant,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito melalui keterangan tertulisnya.

Dia kemudian merincikan, sebanyak 20 dari 28 subjek atau setara 71,4% relawan mengalami KTD meskipun dalam grade satu dan dua. Selain itu, terdapat KTD grade tiga pada enam subjek dengan rincian yaitu satu subjek mengalami hipernatremia, dua subjek mengalami peningkatan Blood Urea Nitrogen (BUN) dan tiga subjek mengalami peningkatan kolesterol.

Penny menjelaskan, dalam protokol penelitian, KTD grade tiga sejatinya merupakan salah satu kriteria penghentian pelaksanaan uji klinis. Namun demikian, ia menyebut tim vaksin Nusantara tidak menghentikan penelitian meski ditemukan KTD grade tiga.

“Peneliti saat inspeksi yang dilakukan BPOM, tidak dilakukan penghentian pelaksanaan uji klinik dan analisis yang dilakukan oleh tim peneliti terkait kejadian tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, dijelaskan, terdapat tiga dari 28 subjek atau sekitar 10,71% subjek yang mengalami peningkatan titer antibodi lebih dari empat kali setelah empat minggu penyuntikan. 

Namun, delapan dari 28 subjek itu mengalami penurunan titer antibodi setelah empat minggu penyuntikan dibandingkan sebelum penyuntikan.

Dengan temuan itu, BPOM belum memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis fase II vaksin Nusantara. BPOM meminta tim peneliti vaksin Nusantara untuk memperbaiki dan melengkapi dokumen Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Sementara itu, dalam program vaksinasi yang sudah berjalan di Indonesia juga dikenal istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Seperti KIPI pada Sinovac yang ditemukan reaksi lokal, kemerahan dan nyeri pada bekas suntikan, hingga gatal-gatal.

Sementara reaksi sistemik juga dilaporkan seperti mengantuk, demam, sakit kepala, hingga nyeri otot. Kendati demikian, Komnas KIPI menyebut reaksi lokal tersebut dilaporkan sembuh dalam masa 1-2 hari saja. (bpc2)

Tags: bpomvaksin nusantaravaksin terawan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Gagal Tempatkan Pegawai di 27 Ribu SPPG, BPOM Ubah Skema Pengawasan MBG
Nasional

Gagal Tempatkan Pegawai di 27 Ribu SPPG, BPOM Ubah Skema Pengawasan MBG

...

Read moreDetails
BBPOM Pekanbaru Temukan Obat Bahan Alam Mengandung Kimia Berbahaya

BBPOM Pekanbaru Temukan Obat Bahan Alam Mengandung Kimia Berbahaya

Kue kering

BPOM Soroti Produsen Kue Kering di Pekanbaru Sebaiknya Kantongi Izin Edar

Penyebab gagal ginjal akut pada anak

Penyebab Gagal Ginjal Akut, BPOM Ungkap 2 Perusahan Diduga Pakai Bahan Berbahaya pada Obat Sirop

BPOM Temukan 41 Obat Tradisional Mengandung BKO

siswa SD keracunan jajanan

Jajanan yang Meracuni 18 Siswa SD di Pungkat Tengah Diperiksa BBPOM di Pekanbaru

Next Post
restrukturisasi kredit, penekanan kasus penyebaran covid-19

Pansel untuk Isi 3 Kekosongan Jabatan di BRK Dibentuk, Kapan Mulai Kerja?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.