• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal Vaksin Nusantara, DPR Tuding BPOM Bohongi Publik?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 April 2021
vaksinasi pedagang

Vaksin Sinovac.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Polemik Vaksin Nusantara seolah menjadi bumerang bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] RI. Hal itu setelah Kepala BPOM Penny K Lukito yang tak izinkan uji klinis tahap II Vaksin Nusantara.

Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena apa yang dilakukan oleh Kepala BPOM tersebut telah membohongi publik dan peneliti dengan pernyataannya tersebut. 

Dia kemudian mengacu pada hasil kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, Terawan, dan sejumlah peneliti pada Rabu 10 Maret 2021.

Di mana hasil kesimpulan pertemuan itu BPOM diminta untuk segera mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis tahap II vaksin Nusantara selambat-lambatnya pada 17 Maret 2021. Dengan fakta ini, Melki menilai bahwa Penny telah berdusta.

“Ketika Bu Penny sebagai Kepala Badan POM menjelaskan kepada publik kan mendramatisasi seolah-olah ini (vaksin Nusantara) berbahaya, dengan 71 persen dia gambarkan itu berisiko dan sebagainya. Kan itu sudah kita bahas di DPR RI dan tidak ada masalah,” ujar Melki dalam sebuah diskusi daring, Sabtu 17 April 2021, dikutip dari Republika.co.id.

Setelah pernyataan BPOM yang tak mengizinkan vaksin Nusantara untuk dilanjutkan ke tahap II uji klinis, Melki mengaku langsung berkomunikasi dengan para peneliti. Dia menyebut para peneliti nelangsa atau sedih. 

“Mereka (peneliti) bilang gini, ‘kok bisa ya Kepala Badan POM itu menipu publik ya, data yang kami berikan A dibilang menjadi B’, gitu loh dan membuat publik menjadi khawatir dengan vaksin Nusantara, ini bisa masuk kategori pembohongan publik,” ujar Melki. 

Menurutnya, DPR bukanlah pihak yang membuat kekisruhan perihal vaksin Nusantara. Apalagi saat ini, mulai timbul isu-isu miring terkait dukungan lembaga legislatif  kepada vaksin berbasis sel dendritik itu yang membuat nama DPR tercoreng.

Sudah sewajarnya, kata Melki, vaksin Nusantara yang diteliti oleh anak dalam negeri didukung sepenuhnya. Apalagi jika nantinya berhasil, harga vaksin tersebut relatif dapat dibandingkan dengan vaksin-vaksin lain yang sudah beredar. 

“Dan jangka panjang, kalau ini sekali suntik kan bagus banget nih. Bukan cuma Indonesia, dunia akan sangat terbantu biar pandemi ini selesai,” ujar Melki. 

Sebelumnya, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai adanya politisasi vaksin Nusantara yang dilakukan oleh DPR. Hal tersebut terlihat dari getolnya anggota DPR, meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan izin uji klinis tahap II. 

“Kekacauan informasi terkait aksi penerimaan vaksin Nusantara oleh DPR bisa dianggap sebagai langkah politisasi vaksin oleh DPR. Politisasi ini tentu bukan tanpa tujuan jika dugaan ini benar,” ujar Lucius, Kamis,14 April 2021. (bpc2)

Tags: bpomDPR RIvaksinvaksin nusantara
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur
Nasional

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

...

Read moreDetails
Karhutla Inhil Ancam Permukiman, PLTU dan MPA Ikut Dikerahkan

6 Perusahaan di Sanksi, DPR Minta Data Karhutla Dibuka

Gagal Tempatkan Pegawai di 27 Ribu SPPG, BPOM Ubah Skema Pengawasan MBG

Gagal Tempatkan Pegawai di 27 Ribu SPPG, BPOM Ubah Skema Pengawasan MBG

BBPOM Pekanbaru Temukan Obat Bahan Alam Mengandung Kimia Berbahaya

BBPOM Pekanbaru Temukan Obat Bahan Alam Mengandung Kimia Berbahaya

Presiden Prabowo Cabut Tunjangan DPR Usai Protes Nasional Tewaskan Enam Orang

Presiden Prabowo Cabut Tunjangan DPR Usai Protes Nasional Tewaskan Enam Orang

Hendry Munief, Anggota DPR RI Fraksi PKS

Demi Label Kedaluwarsa, Seorang Pelaku UMKM Duduk di Kursi Terdakwa

Next Post
hasil investigasi sriwijaya air

Boeing Resmi Digugat Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.