BERTUAHPOS – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mencabut tunjangan dan hak istimewa anggota parlemen, termasuk tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan, usai gelombang protes nasional yang menewaskan sedikitnya enam orang.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Prabowo menegaskan pemerintah bersama delapan pimpinan partai politik sepakat menghentikan tunjangan perumahan dan menangguhkan perjalanan luar negeri anggota DPR. Keputusan ini diambil untuk meredakan kemarahan publik yang meluas.
“Mulai hari ini (Senin, 1 September), tunjangan tertentu akan dihapuskan dan perjalanan kerja ke luar negeri ditangguhkan berdasarkan moratorium baru,” kata Prabowo.
Langkah ini diambil setelah unjuk rasa lima hari berturut-turut pecah di berbagai kota. Protes dipicu laporan bahwa seluruh 580 anggota DPR menerima tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan, hampir 10 kali lipat dari upah minimum Jakarta.
Situasi memanas setelah Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus. Video peristiwa tersebut viral dan memicu gelombang kemarahan. Polisi kini memeriksa tujuh personel terkait insiden itu.
Jumlah korban meninggal akibat kerusuhan bertambah menjadi enam orang, termasuk mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama (21), serta tiga orang di Makassar setelah kebakaran gedung dewan. Satu orang lainnya tewas dipukuli massa karena dicurigai sebagai intelijen.
Mengantisipasi kerusuhan, kepolisian mendirikan pos pemeriksaan di Jakarta dan mengerahkan kendaraan lapis baja ke kompleks parlemen. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga memperingatkan aparat akan bertindak tegas terhadap perusuh.
Selain itu, platform TikTok menangguhkan sementara fitur siaran langsung di Indonesia untuk mencegah penyebaran konten provokatif.
Prabowo menegaskan pemerintah menghormati kebebasan berpendapat sesuai konstitusi. Namun ia memperingatkan aksi anarkis yang merusak fasilitas umum dan membahayakan nyawa akan ditindak sebagai pelanggaran hukum serius.
“Saya meminta seluruh warga untuk tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa,” ujar Prabowo.***









