Deretan Keju Unik dari Daratan Eropa

Selasa, 26 Agustus 2014 07:46

BERTUAHPOS.COM– Keju seringkali dianggap sebagai hidangan yang hanya diproduksi di beberapa negara di Eropa seperti di Belanda dan Italia. Namun, ternyata hampir keseluruhan negara di Eropa memiliki keju kebanggaannya sendiri.

Masing-masing memiliki beberapa perbedaan mulai dari proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, cara penyimpanan hingga karakteristik rasanya. Berikut, beberapa keju di beberapa negara di Eropa yang jarang kita ketahui seperti dilansir laman Telegraph.

Austria: Alp-Bergkase

Keju pegunungan ini memiliki keunikan tersendiri, di mana hanya diproduksi pada musim panas di sekitar pegunungan Alpine. Susu yang diambil dari sapi saat musim panas dimasak dalam kuali tembaga dengan menggunakan kayu bakar.

Baca: PSSI Segera Cari Pengganti Bima Sakti

Penggunaan kayu bakar memiliki tujuan tersendiri, seringkali bara dan abu dari kayu bakar terbang dan jatuh ke dalam susu sehingga menghasilkan rasa dan bau kayu yang khas.

Bulgaria: Tcherni Vit “Keju Hijau”

Keju dari susu domba di pedesaan Balkan, Tcherni Vit ini mendapatkan namanya dari jamur yang muncul. Setelah melewati tahap pembentukan, penggaraman dan penyimpanan dalam tong kayu, keju tersebut ditaruh dalam ruang bawah tanah yang lembap.

Saat keju terkena udara lembap ruang bawah tanah, jamur hijau akan muncul di sekitar permukaan keju dan bahkan menembus hingga ke bagian dalamnya.

Kroasia: Paski Sir (Keju Pag)

Dibuat hanya di Pulau Pag, keju ini mendapatkan rasa khasnya berkat udara dingin yang asin dari laut. Tak hanya itu, keju ini memiliki rasa rempah cukup kaya. Rasa rempah ini didapatkan dari para domba yang memakan banyak tumbuhan rempah tersebar di sekitar pulau.

Prancis : Valencay

Ini merupakan salah satu keju yang paling unik dengan bentuk piramida tanpa puncak. Hal ini memungkinkan keju tersebut mengeluarkan air lebih cepat.

Keju khas Prancis itu memiliki rasa yang lembut, ringan, dan bau jeruk yang kuat. Untuk lebih meningkatkan rasa, pembuat keju ini menggulung keju muda ke abu, sehingga menghasilkan rasa pedas khas merica.

Norwegia: Geitost

Keju yang dibaca yay-tost ini dibuat dengan proses yang tidak biasa. Setelah menghilangkan dadih, air dadih yang ada diberikan sedikit campuran susu krim sapi dan kambing.

Setelah diaduk terus menerus, campuran ini akan menghasilkan panganan berwarna cokelat yang manis dan karamel. Ketika dicetak dan dipotong-potong, keju ini mirip seperti potongan cokelat dan sangat disukai anak-anak di Norwegia.

Portugal: Sao Jorge

Keju dengan rasa kuat dan tekstur yang seperti lilin ini dibuat sangat baik dibandingkan negara-negara lain di Eropa. Berasal dari Kepulauan Azores, keju dengan rasa khas ini pertama kali diperkenalkan oleh penduduk Flemish di abad ke-17.

Pulau yang memiliki kelembapan tinggi dan bertanah vulkanis sangat cocok untuk sapi-sapi. Keju ini pun hanya dibuat pada musim panas, di mana merupakan waktu yang tepat untuk menghasilkan jamur. (Viva)