Sahabat Nabi Isa as yang Tamak

Jumat, 12 Februari 2021 14:01
Sahabat Nabi Isa as yang Tamak

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Alkisah, pada suatu ketika, Nabi Isa as dan seorang sahabatnya bepergian bersama. Mereka hanya membawa sepotong roti sebagai bekal.

Seperti diceritakan Ustadz Marhalim S.Ag di Masjid Daarul Abrar, Pekanbaru, ketika sudah lelah berjalan, Nabi Isa dan sahabatnya memutuskan untuk beristirahat. Mereka kemudian memotong 3 roti tersebut, dan memakannya masing-masing 1 potong. Sehingga, tersisa 1 potong roti lagi.

Advertisement

Setelah makan, Nabi Isa kemudian pergi ke sungai. Sahabat Nabi Isa ternyata orang yang tamak, dan memakan roti yang tinggal 1 potong tersebut.

Ketika kembali, Nabi Isa tidak melihat 1 potong roti sisanya. Bertanyalah Nabi Isa kepada sahabatnya “Wahai sahabatku, kemana roti yang 1 potong lagi?” tanya Nabi Isa.

Baca: Setelah Hagia Sophia, Erdogan Ubah Gereja Jadi Mesjid

Sahabatnya ternyata menjawab bahwa saat Nabi Isa pergi ke sungai, sepotong roti tersebut telah direbut oleh seorang perampok. “Aku tak berdaya untuk melawannya,” bohong sahabat Nabi Isa.

Nabi Isa kemudian tidak berkata apa-apa lagi, dan mengajak sahabatnya melanjutkan perjalanan.

Ditengah jalan, mereka bertemu sungai lebar nan dalam. Tidak ada jembatan. Maka, Nabi Isa meminta sang sahabat memegang pundaknya.

“Sahabatku atas izin Allah, maka kita akan berjalan kaki diatas air sungai ini,” kata Nabi Isa.

Berjalanlah mereka diatas air sungai itu dengan izin Allah, dan selamat sampai seberang. Kemudian, Nabi Isa bertanya kepada sahabatnya.

“Sahabatku, dengan izin Allah, kita bisa berjalan di atas air sungai ini. Tentu dengan Allah tahu siapa yang memakan roti yang 1 potong tersebut. Siapa yang memakannya ya sahabatku?” tanya Nabi Isa.

Namun, sang sahabat hanya mengatakan tidak tahu. Dan perjalanan dilanjutkan kembali.

Setelah lama berjalan, keduanya merasa lelah dan lapar. Lalu, nampak seekor rusa. Rusa tersebut lalu ditangkap dan disembelih, dan dimakan bersama-sama hingga habis.

Selesai makan, Nabi Isa berdoa kepada Allah SWT agar rusa yang mereka makan hidup lagi. Tiba-tiba, rusa tersebut hidup lagi.

“Sahabatku, dengan mudah Allah menghidupkan rusa yang sudah mati. Tentu Allah tahu siapa yang memakan roti yang sepotong tadi. Siapakah yang memakannya ya sahabatku?” tanya Nabi Isa lagi.

Sahabatnya masih tidak mau mengaku, dan mengatakan tidak tahu. Keduanya kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Akhirnya, Nabi Isa dan sahabatnya sampai di tepian pantai. Pasir membentang sepanjang pesisir. Dengan izin Allah, Nabi Isa mengambil segenggam pasir, yang kemudian berubah menjadi emas.

“Sahabatku, emas ini akan saya berikan kepada orang yang memakan roti kita yang sepotong tempo hari,” kata Nabi Isa.

Sang sahabat yang tamak tersebut tiba-tiba mengaku, bahwa dialah yang memakan roti tersebut. Nabi Isa kemudian memberikan emas itu, namun meminta sahabatnya tidak lagi mengikutinya, karena sifatnya yang tamak.

“Kita berpisah di sini. Emas ini untuk engkau,” kata Nabi Isa.

Setelah berpisah dengan Nabi Isa, sang mantan sahabat kemudian melanjutkan perjalanan. Malang, ditengah jalan, dia dihadang 2 perampok.

“Serahkan emasmu, atau kami akan membunuhmu,” ancam perampok.

Mantan sahabat Nabi Isa ketakutan. Namun, dia mencoba membujuk perampok agar emas tersebut dibagi 3. Para perampok setuju.

Kemudian, salah satu perampok pergi ke pasar untuk membeli makanan. Di tengah jalan, perampok ini berpikiran jahat untuk memberikan racun di makanan yang dibelinya. Dengan demikian, seluruh emas akan jadi miliknya.

Mantan sahabat Nabi Isa dan satu perampok lagi ternyata juga mempunyai kesepakatan jahat. Keduanya berencana membunuh perampok yang pergi membeli makanan, dan emasnya hanya dibagi 2.

Begitu 1 perampok kembali dari pasar, keduanya segera membunuhnya. Matilah perampok itu. Mantan sahabat Nabi Isa dan 1 perampok lagi merasa senang. Emas dibagi 2, dan mereka memutuskan untuk berpisah.

“Sebelum berpisah, marilah kita makan dulu. Rugi jika makanan yang dibeli ini tak dimakan,” ajak mantan sahabat Nabi Isa, tanpa mengetahui bahwa makanan itu telah diracun.

Matilah 2 orang tersebut, dan tinggallah emas segenggam tersebut tanpa tuan, akibat ketamakan. (bpc4)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 20:35

Sindiran Movic untuk Pemain Muda

Menurut Zlatan Ibrahimovic pemain muda lebih cepat terkenal dari pada masa dia muda dulu.

Sabtu, 27 Februari 2021 19:30

Situasi di Myanmar Semakin Memburuk, Jurnalis Ditangkap, Warga Ditembak

Situasi di Myanmar semakin memburuk.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:32

Maucash dan Restock Targetkan Penyaluran Rp500 Miliar untuk UMKM

pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 16:30

5 Fitur Baru Telegram Versi 7.5

Dalam update terbarunya versi 7.5, Telegram menambahkan beberapa fitur baru.

Sabtu, 27 Februari 2021 15:36

Pemain Belakang Barca Dituding Pakai Identitas Kewarganegaraan Palsu

Byron Castillo, dicurigai pakai kewarganegaraan palsu.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31

Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:01

Cantik-Cantik Ditangkap Polisi, Remaja Ini Diciduk Saat Edarkan Ekstasi

Dua remaja putri dengan inisial AY (15) dan IG (17), salah satunya masih berstatus pelajar

Sabtu, 27 Februari 2021 13:37

Minuman Segar dengan Nama Unik dari Riau, Laksamana Mengamuk

Berbahan dasar buah mangga kuini, santan, serta gula, minuman es Laksamana Mengamuk sangat memanjakan dahaga

Sabtu, 27 Februari 2021 12:51

Ini Jenis ATM BNI yang Akan Diblokir Per Mei 2021

Penggantian kartu debit berbasis strip magnetik menjadi cip sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 12:30

Dipecat dari Demokrat, Darmizal: Inilah Wajah SBY Sebenarnya, Anti Kritik, Tak Demokratis

Darmizal dipecat bersama dengan lima politisi senior Demokrat lainnya.