Coronavirus, Korea Selatan Tak Izinkan Salat Iduladha

Kamis, 30 Juli 2020 00:12
Coronavirus, Korea Selatan Tak Izinkan Salat Iduladha
Pengumuman Federasi Muslim Korea. (Foto: @olaborasong)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Korea Selatan tak memberikan izin pelaksanaan salat iduladha pada Jumat, 31 Juli 2020 nanti.

Tak hanya pelaksanaan salat iduladha, otoritas di Seoul juga melarang segala bentuk pelaksanaan ibadah agama apapun yang mengumpulkan banyak massa.

Advertisement

Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan penyebaran coronavirus penyeban COVID-19 di negara tersebut.

“Eid adha prayer is not allowed in all masjids and musallas across the country (salat iduladha tak diizinkan di semua masjid dan musala seluruh negeri),” tulis influencer muslim Korea, Bora @olaborasong, Rabu 29 Juli 2020.

Baca: Manfaat Tidak Tidur Setelah Salat Subuh, Badan Terasa Lebih Segar

Bora mengunggah pengumuman dari Federasi Muslim Korea, yang berisikan larangan salat iduladha dari pemerintah Korea demi menekan penyebaran coronavirus.

Riau izinkan salat iduladha

Sementara itu, Pemprov Riau tetap mengizinkan warganya salat iduladha, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya di Masjid Raya An-Nur, Pekanbaru.

Setidaknya 10 alat pengecekan suhu tubuh — Thermogun — telah disediakan dalam rangka persiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1441 H / 2020 M.

Alat ini nantinya akan dipakai untuk melakukan pemantauan suhu tubuh setiap jemaah yang ingin melaksanakan Shalat Idul Adha di mesjid itu. Pengadaan alat ini menjadi tanggung jawab Pemprov Riau.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau H Zulkifli Syukur mengatakan, fokus pelaksanaan Shalat Idul Adha hanya di Mesjid An Nur. Biasanya pelaksanaan shalat id dilakukan pada 2 titik. Selain di mesjid itu, titik pelaksanaan ibadah itu juga dilakukan di halaman kantor Gubernur Riau.

Namun, akibat wabah corona, pelaksanaan ibadah Shalat Idul Adha hanya dilakukan di mesjid. Sedangkan kegiatan shalat di lapangan ditiadakan. “Pelaksanaan shalat di An Nur juga dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Pemprov Riau sudah berkoordinasi dengan pengurus mesjid terhadap ketentuan-ketentuan pelaksanaan ibadah ini. Diantaranya, mengenaik waktu pelaksanaan ibadah yakni pada pukul 07.30 WIB. Jemaah diminta hadir 1 jam sebelum shalat di mulai. Pada pukul 07.20 WIB, pagar masuk mesjid sudah ditutup rapat.

Dia menambahkan, tahun ini jumlah jemaah yang akan mengikuti Shalat Idul Adha di An Nur juga dibatasi yakni hanya sekitar 600 jemaah, dengan rincian 500 jemaah di lantai atas dan 100 jemaah di lantai bawah, dari total kapasitas daya tampung mesjid sebanyak 2.500-3.000 jemaah. Hal ini terpaksa harus dilakukan untuk mencegah adanya aktivitas berkerumun di sekitar atau di dalam mesjid. (bpc4)