Jepang Perpanjang Situasi Darurat

Sabtu, 08 Mei 2021 13:39
Jepang Perpanjang Situasi Darurat

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Jepang terpaksa harus memperpanjang situasi darurat di negeri sakura itu, akibat tingginya kasus penyebaran Covid-19 di 3 daerah dalam 3 minggu belakangan ini.

Ketiga daerah yang dilakukan perpanjangan situasi darurat Covid-19 adalah Osaka, Hyogo dan Kyoto. Semula, pembatasan akan berlangsung hingga 11 Mei. Informasi terbaru bahkan diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Advertisement

Menurut Perdana Menteri Yoshihide Suga, di wilayah Aichi dan Fukuoka juga diberlakukan kebijakan sama mulai 12 Mei hingga 31 Mei mendatang. Langkah ini demi menekan peningkatan kasus Covid-19.

“Kami perlu menjaga kewaspadaan yang kuat dan mengambil langkah lebih lanjut,” katanya dilansir dari Kyodo News, Sabtu, 8 Mei 2021.

Baca: Perundingan Petinggi Eropa Sepakati Terima Hibah untuk Pemulihan Ekonomi

BACA JUGA:  Kelurahan di Pekanbaru: 8 Zona Hijau, 21 Kuning, 17 Oranye, 37 Merah

Bar dan restoran di wilayah ini harus tutup sebelum jam 8 malam, dan dilarang menyediakan alkohol dan layanan karaoke dengan ancaman denda 300.000 yen ($2.750) bagi siapa saja yang tidak patuh. Bahkan sektor usaha disarankan untuk mempekerjakan karyawannya dari rumah.

Pemerintah akan melonggarkan beberapa pembatasan untuk mengurangi dampak terhadap bisnis. Mulai Rabu, fasilitas komersial besar seperti department store dan bioskop akan diizinkan untuk dibuka kembali, meskipun mereka juga akan diminta untuk tutup pada jam 8 malam.

Larangan penonton di pertandingan olahraga dan konser akan diganti dengan batasan 5.000 orang atau 50 persen dari kapasitas tempat, dengan acara harus berakhir pada jam 9 malam.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat pembatasan terhadap warga negara Jepang dan warga asing di negara yang datang dari India.

Jumlah kematian akibat virus korona harian mencapai rekor 148 pada hari Jumat, dengan jumlah kasus baru secara nasional mencapai 6.000, terbesar sejak pertengahan Januari.

Setidaknya 1.131 pasien COVID-19 berada dalam kondisi serius, juga rekor tertinggi dan memicu kekhawatiran akan ketegangan lebih lanjut pada sistem perawatan kesehatan. (bpc2)