Anak Berusia 2 Tahun Membunuh Ibunya

Rabu, 31 Desember 2014 16:18
Anak Berusia 2 Tahun Membunuh Ibunya

BERTUAH HAYDEN, IDAHO (AP) – Seorang anak  berusia 2 tahun tanpa sengaja menembak dan membunuh ibunya di utara Idaho di toko WalMart, dengan menggunakan pistol yang ditemukannya dari tas sang ibu kata pihak yang berwenang, Selasa (30/12).

“Veronica J. Rutledge (29 tahun), saat itu sedang berbelanja dengan anak lelakinya dan tiga anaknya yang lain.” Ungkap Stu Miller juru bicara kepala polisi daerah Kootenai. Rutledge berasal dari Blackfoot di tenggara Idaho, keluarganya datang ke daerah tersebut untuk mengunjungi kerabat mereka. Wanita tersebut memiliki izin senjata tersembunyi. Miller mengatakan anak laki-lakinya ditinggalkan dalam keranjang belanja. Kemudian anak itu meraih pistol dari dalam tas ibunya dan menembakkan pistol berkaliber kecil tersebut dengan sekejap saja. “Tampaknya menjadi kecelakaan yang cukup tragis,” kata Miller.

Advertisement

Ayah mertua korban, Terry Rutledge mengatakan  bahwa Veronica Rutledge adalah seorang ibu muda yang cantik dan penuh kasih. “Dia tak pernah lari dari tanggung jawabnya,” kata Terry Rutledge. “Dia dibawa terlalu cepat.” Suami wanita itu tidak dalam toko ketika penembakan terjadi sekitar pukul 10:20. Miller mengatakan bahwa pria itu tiba tak lama setelah penembakan terjadi. Semua anak-anak dibawa ke rumah saudara mereka.

Penembakan itu terjadi di WalMart di Hayden, Idaho, sebuah kota sekitar 40 km sebelah timur laut dari Spokane, Washington. Toko ditutup dan tidak diharapkan untuk membuka kembali sampai Rabu pagi. Brooke Buchanan, juru bicara WalMart, mengatakan dalam sebuah pernyataan penembakan tersebut adalah kecelakaan yang sangat menyedihkan dan tragis. “Kami bekerja sama dengan kepolisian setempat sementara mereka menyelidiki apa yang terjadi,” kata Buchanan.

Baca: Tiba di Indonesia, Marquez Keliling Kota Bandung

Hayden adalah kota politik konservatif dari sekitar 9.000 orang di utara Coeur d’Alene, di menjulur utara Idaho. Anggota parlemen Idaho mengeluarkan undang-undang awal tahun ini tentang kepemilikan senjata di perguruan tinggi dan universitas negara. Meskipun menghadapi penolakan dari delapan pimpinan universitas perguruan tinggi negara. Berdasarkan undang-undang, pemegang senjata dilarang membawa senjata mereka ke asrama atau bangunan yang menyimpan lebih dari 1.000 orang, seperti stadion atau ruang konser. (CR)