• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nasib dan Perjuangan Buruh Zaman Kolonial

Romi J. by Romi J.
27 November 2020
222
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tak hanya di luar negeri, kesadaran akan upah murah dan kerja yang berat juga disadari oleh tokoh-tokoh di zaman kolonial Belanda. Salah satunya adalah Adolf Baars, seorang Belanda anggota Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV).

Baars berfokus kepada pabrik-pabrik gula yang ada di Pulau Jawa. Menurut Baars, pabrik-pabrik gula yang ada di Pulau Jawa adalah kapitalis yang dimiliki oleh segelintir orang.

Baars menyebutkan bahwa kaum kapitalis ini menyewa tanah kaum buruh dengan harga murah, dan dijadikan perkebunan. Kemudian, para buruh dipekerjakan dengan di perkebunan tersebut, namun dengan harga yang sangat murah.

Menjelang 1 Mei 1918, Baars menuntut agar buruh-buruh tersebut diberi upah yang layak. Baars menuntut perusahaan dan pemerintah kolonial memperhatikan kesejahteraan para buruh.

Selain Baars, ada tokoh bumiputera lain yang sangat memperhatikan para buruh. Dia adalah Raden Mas Soerjopranoto, yang tak lain adalah kakak dari Ki Hajar Dewantara.

Soerjopranoto menganggap bahwa para buruh hanya menjadi sapi perahan dari industri gula yang saat itu tengah memasuki masa jayanya. Saking seringnya melakukan aksi protes dengan mogok kerja, Soerjapranoto sampai dijuluki De Sioking Koning, alias Raja Mogok. (bpc4)

Tags: buruhzaman kolonial
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

MK Kabulkan Sebagian Gugatan Buruh soal UU Cipta Kerja, Mekanisme PHK Diperketat
Nasional

MK Kabulkan Sebagian Gugatan Buruh soal UU Cipta Kerja, Mekanisme PHK Diperketat

...

Read moreDetails
perusahaan kontraktor abaikan hak pekerja

Pemprov Riau Soroti Banyaknya Perusahaan Kontraktor Abaikan Hak-hak Pekerja

KSBSI Demo Kantor Disnakertrans Riau, Apa yang Mereka Tuntut?

Anies Baswedan Pilpres 2024

Menteri Ida Fauziyah Sentil Anies Baswedan, ‘Aturan UMP Jangan Diutak-atik’

Terdampak Covid-19

Kadisnaker Riau Klaim Tuntutan Pendemo Sudah Diakomodir

Catatan Sejarah 8 Mei: Terbunuhnya Marsinah, Aktivis Buruh Pabrik

Next Post

Catatan Sejarah 28 November: Fretilin Nyatakan Timor Timur Merdeka dari Portugis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.