Ini Kata – Kata Mutiara Imam Syafi’i ra, Yuk Selami

Senin, 10 Agustus 2020 14:58
Ini Kata – Kata Mutiara Imam Syafi’i ra, Yuk Selami

BERTUAHPOS.COM – Berikut kata – kata mutiara hari ini, kata – kata mutiara atau beberapa kalimat inspirasi dari imam besar Syafi’i ra. Semoga kita dapat mengambil hikmah maupun pelajarannya.

Syafi’i r.a berkata:
Siapa yang menginginkan khusnul khatimah di penghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.

Advertisement

Peranti terbentuknya harga diri itu ada empat, kemuliaan akhlak, kedermawanan, sikap santun dan ibadah yang istiqomah.

Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.

Baca: Catatan Sejarah 3 Agustus: Takluknya Benteng Bonjol

Barang siapa menghendaki akhirat, maka hendaknya ia ikhlas dalam (mencari) ilmu.

Kalau aku melihat orang yang suka mengikuti hawa nafsunya, walaupun ia berjalan diatas air, aku tidak akan menemuinya.

Perdebatan dalam agama akan mengeraskan hati dan menimbulkan rasa dendam.

Sejelek – jelek bekal menuju ke alam akhirat adalah permusuhan dengan sesamanya.

Kaji dan dalamilah sebelum engkau menduduki jabatan, karena kalau engkau telah mendudukinya, maka tidak ada kesempatan bagimu untuk mengkaji dan mendalaminya.

Pelajarilah dengan teliti suatu pengetahuan, agar engkau tidak kehilangan kedalaman arti kandungannya.

Orang yang selalu menjaga dirinya akan senantiasa bersungguh – sungguh.

Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.

Kata Mutiara Sebelumnya

Jika ada tekad dan konsistensi, maka engkau adalah yang tercepat dan terbaik.

Katakanlah yang benar, walaupun terasa pahit.

Katakanlah kepadaku dengan siapa kau bergaul, maka akan aku katakan kepadamu siapa dirimu.

Dusta merupakan tanda kemunafikan.

Kemurahan hati adalah kemuliaan.

Orang yang pemurah banyak bersyukur dan dipuji orang, sedangkan orang yang tercela, banyak kufur nikmat dan diabaikan orang.

Setiap permulaan itu sulit.

Setiap yang datang itu dekat.

Segala sesuatu jika bertambah banyak menjadi murah, kecuali adab.

Segala sesuatu pasti bermula dari kecil, kemudian membesar, kecuali bencana. Karena sesungguhnya bencana mula – mula besar, kemudian mengecil.

Setiap orang akan menuai apa yang dia tanam, dan akan diganjar dengan apa yang dia lakukan.

Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum.

Anjing itu tercela karena sifatnya bukan karena perawakannya.

Bagaimana mungkin engkau mendapatkan sesuatu yang luar biasa, sementara engkau beluum melakukan sesuatu yang luar biasa.

Semoga kata Mutiara ini dapat bermanfaat. (bpc1)