Respon DJBC Riau Terkait Upaya Hukum Keluarga Atas Kasus Penembakan Haji Permata

Selasa, 19 Januari 2021 06:30
Respon DJBC Riau Terkait Upaya Hukum Keluarga Atas Kasus Penembakan Haji Permata
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Humas Janwil DJBC Riau Hartono Sutarjo (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Provinsi Riau memastikan pihaknya menghormati upaya hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga, dalam kasus penembakan Haji Jumhan (biasa dikenal dengan Haji Permata), yang tak lain adalah seorang pengusaha di Batam. 

Sebelumnya, dia tewas diduga ditembak petugas Bea Cukai Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Indragiri Hilir atas dugaan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal. 

Advertisement

“Kami menghormati upaya hukum yang dilakukan oleh pihak keluarganya,” kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Humas Janwil DJBC Riau Hartono Sutarjo, saat evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran triwulan empat tahun 2020 dan langkah strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, pada 18 Januari 20201 di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, pihak DJBC juga sudah mengeluarkan siaran pers tanggal 16 Januari 2021, terhadap upaya penindakan yang dilakukan. Hartono mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan merupakan bukti keseriusan pemerintah khususnya bea cukai dalam mengatasi masalah penyeludupan.

Baca: Lihat Chat Pacar dengan Pria Lain, Mahasiswa di Pekanbaru Nekat Gantung Diri

Pihaknya telah bekerjasama dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas barang-barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia.

“Tujuannya tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata bea cukai dalam mengamankan penerimaan negara serta menciptakan persaingan yang sehat dan  keadilan bagi para pelaku usaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan, sehingga upaya hukum yang dilakukan pihak keluarga sangat diapresiasi,” katanya.

Kronologi

Menurut Hartono Sutarjo, sesuai siaran pers, aksi pengejaran terhadap kapal penyelundup kembali dilakukan oleh Satgaspatroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan. 

Pada 15 Januari 2021, Satgas patroli laut Bea Cukai, berdasarkan informasi yang diperoleh intelijen, berupaya menghentikan laju empat  buah  kapal  high  speed  craft  (HSC) bermesin 6x 250 PK tanpa  nama, dan  satu  buah  kapal bermuatan orang banyak yang membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Bermula  dari  kecurigaan  petugas  atas  adanya pergerakan  empat  HSC  yang  beriringan dan cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh. Petugas kemudian sudah melakukan pembuntutan sejak dari perairan Pulau Medang Lingga.

Namun, karena mereka menggunakan mesin dengan kapasitas di atas kelaziman, maka petugas tidak berhasil melakukan pencegatan.

“Sekitar  pukul  09.30  WIB, kapal  patroli Bea Cukai kembali  mengidentifikasi  keberadaan HSC yang membawa  rokok  ilegal  di  perairan  Sungai  Bela,  Indragiri  Hilirdari  arah  Kuala  Lajau. Setelah  meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhidan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas,” ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat.

Mendapati  keempat  HSC  tersebut  melakukan  perlawanan,  petugasBea  Cukai memberikan  peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC tersebut tidak memperdulikan. 

Kapal BC 10009 terus melakukan pengejaran terhadap HSC yang masuk ke arah Sungai Belahwalaupun HSC tersebut melakukan manuver berbahaya.

“HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnyaanak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air,” kata Syarif.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapati sejumlah tumpukan karton berisi rokok ilegal yang ditutupi terpal.

Upaya para penyelundup melawan hukum dengan petugas Bea Cukai tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 09.40 WIB dua kapal HSC lainnya yang sebelumnya sudah kabur justru kembali ke arah HSC yang tengah diperiksa petugas Bea Cukai.

“Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah dikuasai Bea Cukai,” kata Syarif.

Dia menambahkan Kapal BC 10009 dengan dibantu kapal BC 15040 dan BC 15041 mencoba menghalau kedua HSC yang kembali berupaya merebut HSC yang tengah diperiksa Bea Cukai.

Selanjutnya, tindakan melawan hukum masih terus dilakukanoleh kelompok atau mafia penyelundup ini dengan  mengerahkan belasan orang menggunakan kapal pancung yang  sengaja disiapkan untuk melindungi empat HSC tersebut. 

Mereka melempari kapal BC  10009, BC 15040, BC 15041, dan  HSC yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov,  mercon, serta  kembang  api. Tembakan  peringatan beberapa kali dilakukan Satgaspatroli laut Bea Cukai. 

Namun, peringatan itu tidak dihiraukan, justru massa yang berjumlah  belasan tersebut malah secara  brutal menyerang petugas dengan  senjata  tajam  sambil berupaya untuk merangsek masuk ke HSC yang telah dikuasai Bea Cukaiyang hanya dikawal oleh empat orang  petugas. 

Pada satu kesempatan, kelompok penyerang tersebut berhasil menyandarkan kapal pancung mereka ke HSC yang dikuasai oleh petugas dan menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam dan menembakan mercon ke arah  petugas.

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkansenjata tajamnya ke badanpetugas. Dalam keadaan terdesak dan  keselamatan  jiwanya  terancam  maka  petugas melakukan  pembelaan diri dan terpaksamelakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai,” kata Syarif.

Pihak Keluarga Tak Terima dan Membuat Laporan ke Polisi

“Karena laporan keluarga ke Polda Kepri sedangkan fokus kejadian di perairan Inhil maka Polda Kepri dan Polda Riau akan koordinasi dalam menindaklanjutinya,” ucap Hartono.

Dalam insiden itu, diketahui  seorang pengusaha Batam, Haji Jumhan atau lebih dikenal dengan Haji Permata tewas diduga ditembak petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Indragiri Hilir atas dugaan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal.

Tak terima, keluarga Haji Permata melaporkan petugas Bea Cukai ke Polda Kepulauan Riau. Kejadian tersebut berada di perairan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

“Keluarga Haji Permata melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea Cukai,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, 17 Januari 2021. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 26 Februari 2021 10:05

Kerasnya Umar Bin Khattab Menentang Minuman Khamar

Umar tak segan-segan untuk menghukumnya

Jumat, 26 Februari 2021 09:20

SBY Turun Gunung, Moeldoko Kaget: Saya Pikir Sudah Selesai

“Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai”

Jumat, 26 Februari 2021 09:12

Yuk Intip 5 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Berikut Ini, Kualitasnya Dijamin

Rekomendasi sepatu wanita.

Jumat, 26 Februari 2021 08:31

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Mesjid Raudhatul Jannah

Mesjid ini sudah dibangun tahun 2013, namun terhenti akibat terkendala dana.

Jumat, 26 Februari 2021 08:23

Piala Menpora akan Bergulir, Shin Tae-yong Ikut Bahagia

“Liga juga bisa memberikan kebahagiaan bagi fans sepak bola di Indonesia”

Jumat, 26 Februari 2021 06:01

Douwes Dekker, Belanda yang Cinta Indonesia, Anti-Belanda

Douwes Dekker adalah seorang Belanda, yang mengaku Jawa, yang anti-Belanda

Jumat, 26 Februari 2021 05:00

Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

pejuang pendidikan yang mendirikan sekolah Islam perempuan pertama di Indonesia

Kamis, 25 Februari 2021 22:31

Apresiasi Penampilan Seni dan Prestasi Masyarakat Biologi dalam Puncak Gema Karya Biologi

Penghargaan untuk segenap civitas akademika yang berprestasi.

Kamis, 25 Februari 2021 21:31

Riau Minta Iven Kepariwisataan di Daerah Disesuaikan dengan APBD

Daerah diminta mampu meminimalisir penggunaan APBD.

Kamis, 25 Februari 2021 20:31

Panduan Mudah Lapor SPT Online, Link-nya Juga Ada di Sini

WP juga wajib memiliki e-FIN yang diterbitkan oleh DJP.