BERTUAHPSOS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat, 27 Maret 2026 dengan pelemahan, melanjutkan tekanan yang terjadi sejak sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Data RTI Infokom menunjukkan IHSG turun 0,46 persen atau 29,45 poin ke level 7.134,63 pada pukul 09.03 WIB. Pergerakan saham didominasi pelemahan dengan 272 saham turun, 177 saham menguat, dan 197 saham bergerak stagnan.
Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp12.577,95 triliun pada awal perdagangan.
Tekanan terhadap indeks dinilai masih berasal dari faktor eksternal, terutama meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasar energi global. Kondisi tersebut mendorong investor asing mengalihkan dana ke aset safe haven.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebut arus keluar dana asing menjadi salah satu pemicu utama pelemahan pasar domestik dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan Kamis kemarin, 26 Maret, IHSG terkoreksi 1,89 persen ke posisi 7.164 dengan net foreign sell mencapai Rp1,93 triliun.
Kondisi itu mencerminkan aksi profit taking investor di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340.
“Sentimen eksternal, termasuk kenaikan harga energi seperti minyak dan gas serta tekanan jual investor asing, masih menjadi faktor utama yang menahan potensi penguatan indeks,” kata Reza dalam riset hariannya, Jumat (27/3/2026).
Pelaku pasar juga diperkirakan masih berhati-hati sepanjang perdagangan hari ini sambil menunggu kepastian perkembangan geopolitik global serta arah pergerakan harga komoditas energi yang turut memengaruhi sentimen investor.***









