Pasokan gas ke Ukraina terancam putus

Senin, 16 Juni 2014 12:20

BERTUAHPOS.COM, Gazprom menegaskan kembali tenggat waktu pada Senin (16/06) kepada Ukraina untuk membayar utang-utangnya setelah pembicaraan antara Moskow dan Kiev berakhir tanpa hasil.

Perusahaan gas Rusia ini mengatakan akan memutus pasokan jika Kiev gagal membayar US$1,95 miliar pada pukul 06:00 GMT.

“Kami tidak mencapai kesepahaman. Kemungkinan kami bertemu kembali sangat tipis,” kata juru bicara Gazprom Sergei Kuprianov

Harga diskon gas untuk Ukraina dibatalkan pada April setelah Moskow menuduh Kiev gagal membayar tagihan-tagihan mereka.

Baca: Biro Ekonomi Riau: Masa Hotel Sekelas Aryaduta Hanya Berikan PAD Rp 200 Juta

Kuprianov mengatakan Russia akan mengubah sistem penjualan menjadi pra-bayar jika tidak juga mendapat pembayaran. Ini berarti Moskow bisa menghentikan pasokan ke Ukraina.

Awal bulan ini, Gazprom memberikan lebih banyak waktu bagi Ukraina untuk membayar semua utang setelah mereka membayar sebagian, yaitu sekitar US$786 juta.

Namun Ukraina menolak membayar lunas sebagai bentuk Klik protes kenaikan harga yang mencapai 80%.

Para wartawan mengatakan Uni Eropa akan terkena dampak dari pemutusan pasokan ke Ukraina ini.

Pasalnya, sekitar 15% gas di Eropa berasal dari Rusia melalui Ukraina. Inilah sebabnya anggota Uni Eropa mengamati dengan dekat konflik di negara itu, kata para pengamat.

Pembicaraan berlangsung pada Senin telah difasilitasi oleh perwakilan Uni Eropa.(bbc)