• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Masih Wajarkah Harga Bitcoin yang Abruk ke US$90.000?

Harga Bitcoin turun di bawah US$90.000 usai The Fed menahan suku bunga. Arus keluar ETF dan sikap investor jadi sorotan pasar kripto.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Januari 2026
Masih Wajarkah Harga Bitcoin yang Abruk ke US$90.000?

Foto: Ilustrasi.

248
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Harga Bitcoin (BTC) melemah ke bawah level US$90.000 pada Kamis (29/1/2026) setelah Federal Reserve merilis hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026. Bank sentral Amerika Serikat memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen, sesuai ekspektasi pasar.

Meski telah diantisipasi, keputusan tersebut tetap menekan aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar global, Bitcoin sebelumnya sempat bergerak di atas US$90.000 pada Rabu (28/1), namun kembali terkoreksi sehari kemudian.

Kenaikan Bitcoin sehari sebelumnya dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan dolar AS. Namun, sentimen tersebut tidak bertahan lama seiring sikap hati-hati investor institusional.

Tekanan juga terlihat dari arus dana keluar produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat yang mencapai US$147,37 juta, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Wakil Presiden INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini merupakan respons wajar pasar terhadap kebijakan yang sudah lama diperkirakan. Menurutnya, keputusan The Fed menahan suku bunga belum memberikan katalis baru bagi pasar kripto.

“Pasar sudah mengantisipasi kebijakan tersebut. Namun, setelah dikonfirmasi secara resmi, investor melakukan evaluasi ulang sehingga memicu volatilitas jangka pendek,” ujar Antony dalam keterangannya.

Di tengah tekanan harga, sentimen positif justru datang dari sisi regulasi dan adopsi. Negara bagian South Dakota mengajukan Rancangan Undang-Undang pembentukan cadangan Bitcoin yang bersumber dari pendapatan pemerintah daerah. Melalui skema ini, hingga 10 persen dana kelolaan negara bagian berpotensi dialokasikan ke Bitcoin.

Antony menilai langkah tersebut menunjukkan penguatan fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Ia menyebut adopsi oleh pemerintah dan institusi menjadi sinyal penting di luar fluktuasi harga harian.

Menurutnya, volatilitas pasar kripto saat ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan moneter global. Kondisi tersebut membuat investor cenderung lebih selektif dalam mengambil posisi.

Antony menyarankan investor untuk tetap disiplin dan mencermati faktor makroekonomi. Strategi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dinilai dapat membantu meredam risiko fluktuasi harga yang tajam di tengah ketidakpastian pasar.***




Bitcoin turun

Tags: finansial
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri
Ekonomi

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

...

Read moreDetails
OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Next Post
Kawasaki Brusky 125 2026: Skutik Sporty Entry-Level yang Bidik Efisiensi BBM

Kawasaki Brusky 125 2026: Skutik Sporty Entry-Level yang Bidik Efisiensi BBM

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.