• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Korupsi Sedot US$ 3,5 Triliun dari Lembaga Keuangan Dunia Tiap Tahun.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 Desember 2013
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM,Jakarta -Ada potensi dana hilang sebesar US$ 3,5 triliun per tahun dari lembaga keuangan dunia akibat adanya penyimpangan atau kecurangan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto mengatakan, penyimpangan dalam suatu institusi masih tinggi dan korban terbanyak adalah perbankan dan lembaga keuangan.

Di tahun 2012, Association off Fraud Examiners (ACFE) mencatat, secara kumulatif perusahaan-perusahaan di dunia rata-rata kehilangan 5% dari pendapatannya setiap tahun karena penyimpangan dengan total kerugian mencapai US$ 3,5 triliun.

“Penelitian ACFE tersebut mengkonfirmasikan bahwa fungsi GCG perlu diterapkan karena masih terjadi penyimpangan karena tidak menerapkan GCG. Secara umum dihadapi negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” terang dia saat acara Risk and Governance Summit 2013, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Rahmat menyebutkan, untuk bisa mengantisipasi adanya kecurangan, harus dilakukan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), OJK membentuk Bidang Audit Internal, manajemen risiko dan pengendalian kualitas yang melaksanakan fungsi asurans terintegrasi di OJK.

“Data bank dunia menunjukkan bahwa GCG di Indonesia masih perlu ditingkatkan,” kata dia.

Apalagi, kata dia, di tahun depan dengan adanya transisi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK memungkinkan lebih banyak aset yang harus diawasi OJK.
Dia menyebutkan, bergabungnya pengawasan perbankan tahun depan akan menambah pengelolaan aset sekitar Rp5.500 triliun atau 67% dari GDP.

Saat ini, kapitalisasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 4.130 triliun atau 50% dari GDP dan kapitalisasi obligasi mencapai Rp 1.137 triliun atau 13% dari GDP.

Di industri keuangan non-bank, sampai Semester I-2013, aset perusahaan asuransi mencapai Rp610 triliun, aset perusahaan pembiayaan Rp334 triliun dan aset dana pensiun Rp163 triliun.

Dengan demikian, pasca peralihan fungsi pengawasan bank dari BI ke OJK, maka secara keseluruhan OJK akan mengawasi aset keuangan sebesar lebih dari Rp11.000 triliun.

“OJK akan mengawasi pengelolaan asetdi industri keuangan sebesar Rp 11.000 triliun tahun depan. OJK perlu mengawasi pengelolaan aset ini,” kata Rahmat.(detik.com)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Hukum Kriminal

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

...

Read moreDetails
Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Next Post

Demi Inflasi, Indonesia Tak Naikkan Harga BBM di 2014.

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.