Ekonomi AS Masih Suram, Harga Emas Merangkak Naik

Jumat, 12 Juli 2013 14:28
BERTUAHPOS, JAKARTA – Harga emas naik pada posisi tertinggi dalam 5 pekan terakhir, menyusul pernyataan Gubernur bank sentral AS, Federal Reserve (the Fed) bahwa Amerika Serikat masih butuh stimulus.
 
Pada pukul 11.50 waktu Singapura hari ini (12/7), harga emas di pasar spot diperdagangkan di posisi US$ 1,283,62 per troy ounce dari posisi kemarin di level US$ 1.286,20 per troy ounce. Pada transaksi kemarin, harga emas sempat menembus level US$ 1,298,73 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 24 Juni lalu.
 
Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Agustus tak banyak mencatatkan perubahan di posisi US$ 1.281 per troy ounce di Comex, New York.
 
Jika dihitung, harga emas naik 4,9% pada pekan ini. Sementara, pada kuartal II, harga emas anjlok 23% setelah Bernanke memberikan sinyal akan melakukan pengurangan stimulus jika ekonomi AS semakin membaik.
 
“The Fed sudah memberikan konfirmasi bahwa mereka akan mempertahankan stimulus. Hal ini akan berdampak positif terhadap emas,” jelas Alexandra Knight, ekonom National Australia Bank Ltd. 
 
Sementara itu, dari 31 analis yang disurvei Bloomberg, 19 orang memperkirakan harga logam mulia ini akan naik pada pekan depan, sembilan analis memprediksi turun dan tiga analis menyatakan netral. 
 
Harga emas anjlok hingga 23 persen pada triwulan II-2013, seiring dengan pernyataan the Fed bahwa pembelian obligasi pemerintah akan dikurangi jika perekonomian membaik. Selama ini, emas menjadi instrumen investasi untuk “melawan” laju inflasi.
 
Emas tercatat turun pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir ini, setelah para investor melepas kepemilikan emasnya.(detik.com)