BERTUAHPOS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau meluncirkan Bootcamp duta literasi keuangan 2025 untuk mencetak para mahasiswa sebagai agen perubahan finansial. Hal ini merupakan salah satu komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Melalui program Bootcamp Duta Literasi Keuangan 2025, OJK menghadirkan terobosan baru untuk mencetak generasi muda yang cakap secara finansial dan siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Program ini resmi diluncurkan pada Selasa, 20 Mei 2025, di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar. Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, membuka secara langsung kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau. Mereka telah melewati proses seleksi yang ketat sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta bootcamp.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan, kami berharap mereka menjadi pelopor dalam menyebarkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak di tengah masyarakat,” ujar Triyoga dalam sambutannya.
Bootcamp ini dirancang dengan empat tujuan utama yakni; meningkatkan pemahaman literasi keuangan di kalangan mahasiswa, menciptakan agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat secara luas, mendukung peningkatan indeks inklusi keuangan di Provinsi Riau dan membendung maraknya praktik investasi dan pinjaman online ilegal.
Triyoga juga menyoroti hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan tren positif. Tingkat literasi keuangan nasional tercatat meningkat menjadi 66,46 persen dari 65,43 persen di tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan juga naik menjadi 80,51 persen dari 75,02 persen pada 2024.
“Peningkatan ini menjadi bukti bahwa upaya edukasi yang dijalankan OJK mulai menunjukkan dampak nyata. Masyarakat semakin memahami pentingnya produk dan layanan keuangan dalam menunjang perencanaan hidup dan masa depan mereka,” tambahnya.
Para peserta yang terlibat dalam bootcamp merupakan mahasiswa dengan minat dan potensi tinggi di bidang literasi keuangan. Usai pelatihan, mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyebarkan pengetahuan keuangan ke berbagai lapisan masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang menargetkan pembentukan dua juta Duta Literasi Keuangan di seluruh Indonesia. Mahasiswa menjadi salah satu dari 10 segmen prioritas dalam strategi edukasi ini.
OJK Riau menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan masyarakat yang semakin sadar, cerdas, dan mandiri dalam mengelola keuangan.***









