BERTUAHPOS – Bank Indonesia (BI) diprediksi masih akan melanjutkan tren pelonggaran kebijakan moneternya pada Semester II 2025. Setelah dua kali memangkas suku bunga acuan (BI Rate) di paruh pertama tahun ini, BI dinilai masih memiliki ruang untuk kembali menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Pengamat pasar modal Lanjar Nafi mengatakan bahwa meski BI sudah dua kali menurunkan suku bunga tahun ini, peluang pemangkasan lanjutan masih terbuka, khususnya pada kuartal III atau IV 2025. “BI masih punya ruang sekali lagi untuk memangkas suku bunga acuan,” ujar Lanjar, Jumat, 23 Mei 2025, dilansir dari Ipotnews.
Menurutnya, potensi perlambatan ekonomi Amerika Serikat akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta mulai tercapainya kesepakatan dagang antara beberapa negara, bisa menurunkan tekanan inflasi global.
“Dengan kondisi ini, The Fed diperkirakan bisa memangkas suku bunga dua kali pada paruh kedua 2025. Itu yang memberi ruang bagi BI untuk ikut melonggarkan kebijakan moneternya,” tambahnya.
Seperti diketahui, BI telah memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada Mei 2025. Ini menjadi pemangkasan kedua tahun ini, setelah sebelumnya BI menurunkan suku bunga dari 6% ke 5,75% pada Januari 2025.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai melambat. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 turun menjadi 4,87%, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan berada di kisaran 4,6%–5,4%, sedikit direvisi dari proyeksi sebelumnya 4,7%–5,5%. Sementara itu, inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5% ±1%, yang menjadi salah satu landasan kuat bagi BI dalam melanjutkan kebijakan akomodatif.
Selain menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan, BI juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika global.***









