Asuransi Mikro, Asuransi Bagi yang Berpenghasilan Pas-pasan

Jumat, 23 Januari 2015 10:20
Asuransi Mikro, Asuransi Bagi yang Berpenghasilan Pas-pasan

BERTUAHPOS.COM, Sedia payung sebelum hujan atau mencegah lebih baik daripada mengobati, itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan pentingnya asuransi mikro ini. Meskipun asuransi kesehatan sangat penting, ternyata prosentase pemegang polis di Indonesia sangatlah kecil. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (Asuransi Mikro OJK), dari 260 juta penduduk Indonesia, pemegang polis individual baru 10 juta orang.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi di antaranya adalah karena penghasilan, kepercayaan terhadap institusi, juga kurangnya pemahaman terhadap produk-produk asuransi mikro yang ada. Khusus untuk mengantisipasi alasan kurangnya penghasilan, berbagai perusahaan asuransi kini telah menerbitkan asuransi mikro.

Sesuai dengan namanya, asuransi mikro ini membidik target kalangan dengan penghasilan rendah dengan premi yang rendah pula. Banyak pengamat keuangan menyebut produk asuransi ini sebagai instrumen ideal untuk mereka yang isi dompetnya terbatas.

Asuransi mikro menyasar target nelayan, petani, pengusaha kecil, dan pekerja non formal dengan gaji terbatas. Kelebihan asuransi mikro ini adalah :

Baca: Pusat Janjikan Rp800 Miliar di 2019, Sejumlah Proyek di Riau Terpaksa Tunda Salur

Pertama, produknya sederhana karena polisnya hanya terdiri dari dua lembar kertas. Kedua, produk mudah didapatkan. Jalur pemasaran mulai jaringan kantor dari perbankan, multifinance, pegadaian, kantor pos, hingga gerai ritel modern seperti asuransi mikro BRI, asuransi mikro syariah, asuransi mikro mandiri, asuransi miro manulife, asuransi mikro bumiputera, asuransi miro KKM, asuransi mikro AXA, dll. Ketiga, harganya terjangkau oleh banyak orang. Nilai maksimal untuk premi ditetapkan Rp50.000 per tahun. Keempat, kemudahan melakukan klaim. Proses klaim selambat-lambatnya 10 hari sejak tanggal diajukan.

Hadirnya asuransi mikro indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan proteksi kesehatan terhadap masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Dengan premi terjangkau dan mudah didapat, kemungkinan masyarakat untuk memiliki produk asuransi semakin tinggi.(Okezone)