BERTUAHPOS – Astra Credit Companies (ACC) memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas ekosistem pembiayaan di wilayah Riau melalui penguatan literasi keuangan bagi masyarakat.
Mengingat geliat ekonomi Pekanbaru yang terus memacu permintaan kredit kendaraan dan multiguna, grup perusahaan pembiayaan ini menegaskan bahwa akses permodalan harus diimbangi dengan pemahaman konsumen yang matang agar terhindar dari jeratan masalah hukum.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Media Gathering bertajuk “Kenal Lebih Dekat Dengan Perusahaan Pembiayaan” yang digelar di KOI-KOI Resto, Pekanbaru, Selasa, 7 April 2026.
Dalam agenda tersebut, ACC menggandeng jurnalis lokal untuk menyebarluaskan edukasi mengenai cara memilih perusahaan pembiayaan tepercaya serta langkah mitigasi jika konsumen menghadapi kendala dalam pembayaran angsuran.
Regional Retail AR Management Head ACC Sumbagut, Lerry Allen Christian, membuka acara dengan memberikan apresiasi tinggi terhadap peran media massa dalam menjembatani informasi perusahaan kepada publik. Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk memperbaiki citra industri pembiayaan yang sering kali diterpa isu negatif.
“Ini memang sengaja kami selenggarakan. Kalau di luar masyarakat dengar kata leasing kesan yang timbul negatif, penarikan kendaraan, kredit macet, dll. Banyak hal lah. Kami menyebutnya oknum,” ungkap Lerry.
“Ada kesalahpahaman sehingga image nya jadi kurang baik. Tapi base on data, di ACC hanya sekian persen. Mungkin ada beberapa oknum yang melakukan itu. Di area Sumbagut aset yang kita kelola 10t 99% nya terkelola dengan baik. Kami ingin hadir di masyarakat untuk kehidupan yang lebih layak kepada masyarakat. Kita tidak mau customer kita tidak batter living. Karena itu misi utama kita,” tambahnya.
Lerry Allen Christian kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik ilegal yang sering dianggap sepele namun berdampak fatal, seperti pindah tangan unit kendaraan atau penyalahgunaan data pribadi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggadaikan kendaraan yang masih dalam masa kredit dan meminjamkan data pribadi untuk mengajukan pembiayaan karena merugikan dan memiliki konsekuensi hukum,” tegasnya lagi.
Senada dengan hal itu, Regional Retail Operation Business Head ACC Sumbagut, William Andriady, memaparkan profil perusahaan yang kini telah memiliki 76 cabang, termasuk 4 cabang syariah yang tersebar di 59 kota di Indonesia.
Diversifikasi produk ini sengaja dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pekanbaru terhadap pembiayaan yang aman dan transparan.
Di tengah maraknya isu miring mengenai eksekusi unit di lapangan, ACC menekankan bahwa seluruh operasional mereka tunduk pada aturan ketat.
Perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan prima berdasarkan POJK 35 tahun 2026 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan yang mencakup lini konvensional maupun syariah.
“Banyak image yang buruk tentang lising, seperti premanisme. Kami menyarankan kepada kostumer agar lebih kenal dengan perusahaannya. Kita diatur oleh POJK 35 tahun 2026 penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan. Ada yang sifatnya konvensional dan syariah,” kata Lerry.***









