Pihak Mal di Pekanbaru Respon Kebijakan Penghentian Operasional Sementara, Mau Tak Mau, Tutup

Sabtu, 08 Mei 2021 11:11
Pihak Mal di Pekanbaru Respon Kebijakan Penghentian Operasional Sementara, Mau Tak Mau, Tutup
Supermarket di Mal Pekanbaru. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gejolak masyarakat terjadi terkait beberapa kebijakan pemerintah terhadap kondisi pembatasan aktivitas masyarakat di Pekanbaru beberapa waktu belakangan ini. 

Hal ini menjadi dasar keluarnya surat edaran Pemkot Pekanbaru agar pusat perbelanjaan seperti mal, harus menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.

Advertisement

“Ini sudah menjadi aturan dari Pekot. Mau tidak mau kami harus tutup meski dengan berat hari,” kata kata General Manager Mal SKA Pekanbaru Agus Salim.

Satu sisi, pihaknya cukup kaget dengan keluarnya kebijakan menutup operasional mal di Pekanbaru. Namun, dia menyadari bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan kajian panjang sebelumnya.

Baca: Pemerintah, Naikkan Cukai Rokok Berpotensi Memperburuk Angka Pengangguran

BACA JUGA:  MUI Akhirnya Layangkan Kritik ke Pemerintah, Rumah Ibadah Sepi, Mal dan Fasilitas Publik Ramai

 

Saksikan Juga:

“Pemko pasti lebih paham, kita bicara juga sulit. Mereka pemangku kebijakan, kita ikuti saja,” katanya.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Walikota Pekanbaru Firdaus, penghentian operasional sementara terhadap mal dilakukan selama 3 hari. Meski demikian kebijakan itu dikecualikan pada store yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dan dan usaha kesehatan.

“Mungkin yang buka lima hingga 10 gerai, yang kedai makanan belum memutuskan buka atau tutup karena mereka hanya takeaway. Hypermart juga masih menunggu arahan dari kantor pusat mereka,” ujar Agus.

Corporate Secretary PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (Mal Pekanbaru) Riza Budi mengatakan, sebagai pelaku bisnis, kebijakan pemerintah harus dilaksanakan. Hal ini menurut dia berkaitan dengan kelangsungan bisnis ke depannya, serta untuk kenyamanan bersama.

“Surat edaran sudah diterima, walaupun ini agak berat, tapi kami tetap mendukung,” ucapnya.

Saksikan Juga:

BACA JUGA:  Angka Kasus Positif Covid-19 Menanjak, Mal Pekanbaru Perketat Protokol Kesehatan

Penghentian operasional sementara untuk mal, pastinya akan berdampak terhadap pelaku-pelaku usaha yang memiliki tenant di mal. Terlebih kunjungan pada H-2 dan H-1 biasanya cukup tinggi. Bahkan, di tahun-tahun sebelumnya, pada hari-hari menjelang Idul Fitri pihaknya menambah jam operasional.

Riza mengatakan, setelah 3 hari penutupan, yaitu kunjungan masyarakat ke mal kemungkinan besar masih ramai. Berdasarkan tren setiap lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat di hari kedua Idul Fitri banyak yang memilih menghabiskan waktu di mal bersama keluarga. (bpc2)

Saksikan Juga: