Petani Kuansing Tidak Terpengaruh Rencana Impor Beras

Selasa, 20 Maret 2018 13:10

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Petani beras di Kabupaten Kuantan Singingi sepertinya tidak terpengaruh rencana impor beras pemerintah.

Seperti yang diungkapkan salah satu petani di Lubuk Jambi, Ana. Kepada bertuahpos.com, Ana mengatakan beras yang baru saja selesai dipanennya pada bulan ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya hingga musim tanam berikutnya.

Advertisement

“Kami tak jual, hanya untuk konsumsi keluarga saja. Kalaupun ada yang jual, itu kalau sawahnya luas dan hasilnya juga berlimpah. Tapi, tetap didahulukan untuk makan sehari-hari,” kata Ana saat dihubungi bertuahpos.com via seluler, Selasa 20 Maret 2018.

Disebutkan Ana, harga beras saat ini di Lubuk Jambi atau Kuansing berkisar di harga Rp 15.000 perliter (1,5 kg). Ana juga menyebutkan bahwa rencana pemerintah membuka keran impor beras tidak akan berpengaruh banyak ke warga Kuansing.

BACA JUGA:  Gugatan Sengketa ke MK, KPU Kuansing akan Siapkan Kuasa Hukum

Baca: Intip Bisnis, Bunga Flanel Hanan Collectionku

“Tak banyaklah pengaruhnya. Karena umumnya punya sawah sendiri, dan kalau dijual, yang beli juga warga di Kuansing, jadi harganya tidak akan begitu mahal,” tutup Ana.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti. Petani beras yang sama-sama dari Lubuk Jambi ini mengaku kalau beras yang dihasilkan sawahnya tahun ini ada 30 karung. Dikatakan Yanti, beras tersebut hanya akan digunakan untuk konsumsi pribadi dengan keluarga. Kecuali ada kebutuhan mendesak, baru Yanti menjual berasnya 1 atau 2 karung.

“Ya, kalau anak yang sedang kuliah terdesak uang, bisa dijual 1 atau 2 karung. Tapi secara umum untuk makan sendiri saja. Jadi cuma mencari lauk,” kata Yanti.

BACA JUGA:  COVID-19 RIAU: Pasien Usia 9 Tahun di Kuansing Sembuh dari Corona

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah akan mengimpor beras untuk menghindari kekurangan stok secara nasional.

Sementara itu, dalam catatan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau, dalam setahun Riau membutuhkan 711 ribu ton per tahun. Ini angka yang tidak bisa ditawar. Jika kurang maka masalah akan muncul. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 26 Februari 2021 18:37

Ini Penjelasan Lengkap Aturan Baru Vaksin Mandiri

Peremnkes Nomor 10 rahun 2021.

Jumat, 26 Februari 2021 17:25

Kajati Riau Lantik Lima Kajari dan Dua Koordinator

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-128/C/02/2021.

Jumat, 26 Februari 2021 16:55

Waspada, Ini Tanda-Tanda Keberadaan Buaya Muara

Di Riau sendiri, ada banyak laporan masyarakat yang menjadi korban buaya muara

Jumat, 26 Februari 2021 16:38

Vaksin Mandiri ‘Cederai’ Prinsip Kesetaraan, Petisi pun Digalang

Vaksin mandiri telah melanggar prinsip kesetaraan.

Jumat, 26 Februari 2021 15:30

realme Narzo 30 Diluncurkan Maret dengan Kekuatan Baterai Jumbo

realime Nazro 30 akan diluncurkan pada 3 Maret 2021.

Jumat, 26 Februari 2021 15:01

Soal Karhutla, M Adil: Pulang, Langsung Rapat

dia akan segera menggelar rapat dengan Forkompimda di Meranti terkait karhutla

Jumat, 26 Februari 2021 14:39

Dilantik Jadi Bupati, Adil Janjikan Segera Laksanakan Visi Misi

Tentang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, UMKM, air bersih

Jumat, 26 Februari 2021 14:35

Syamsuar Pertegas Agar Bupati/Walikota Dilantik Jangan Sepelekan Karhutla

Ketiga daerah ini termasuk rawan Karhutla.

Jumat, 26 Februari 2021 14:17

KBS Nyatakan Dukungan Relokasi Investasi BKPM Di Batang

KIT Batang merupakan lokasi khusus disiapkan untuk investor dari dalam dan luar negeri.

Jumat, 26 Februari 2021 13:57

‘Pertikaian’ Moeldoko dan SBY, Benarkah AHY Akan Makin ‘Tersudut?’

Munculnya sejumlah tokoh yang pernah berada di PD makin menyudutkan posisi AHY.